33 C
Semarang
Jumat, 3 Juli 2020

Banjir dan Rob Mengintai

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

TEGAL-Cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung sampai Maret mendatang. Kondisi tersebut, berpotensi terhadap terjadinya sejumlah bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal mencatat, sebagai daerah pesisir, potensi bencana alam yang mengintai Kota Tegal adalah banjir, rob, dan angin puting beliung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal, Imam Sofwan mengatakan, ada beberapa kelurahan di Kota Tegal yang rawan banjir. Di antaranya Kelurahan Kraton, Tegalsari, Muarareja, Mintaragen, Panggung, Margadana, Sumurpanggang, Kaligangsa, Kalinyamat Kulon, dan Tunon. Sedang untuk daerah yang langganan rob, biasanya yang berbatasan langsung dengan pantai. “Di tengah cuaca ekstrem seperti ini, kami mengimbau masyarakat tetap waspada,” katanya, Senin (30/1) kemarin.

BPBD sendiri membuka posko pelayanan selama 24 jam penuh di Kalinyamat Kulon untuk mencakup wilayah Kecamatan Tegal Selatan dan Kecamatan Margadana. Kemudian, di Tegalsari untuk mencakup wilayah Kecamatan Tegal Barat dan Kecamatan Tegal Timur. Posko tersebut, masing-masing dijaga tiga petugas. “Ketika hujan, kami juga mengerahkan petugas untuk membantu di rel kereta api Tirus, karena banyak kendaraan yang tergelincir saat melintas,” imbuhnya.

Dalam catatan koran ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebelumnya menyebutkan, selain kondisi geografis, ada sejumlah faktor penyebab banjir dan rob di Kota Bahari. Yakni, berkurangnya daerah resapan air, terjadinya pendangkalan saluran air karena menumpuknya gulma, penataan drainase yang kurang sempurna, alih fungsi lahan, air pasang laut tinggi, dan curah hujan tahunan.

Untuk mengatasi banjir dan rob, Pemerintah Kota Tegal telah membangun sabuk pantai atau revertment di sepanjang Obyek Wisata Pantai Alam Indah. Selain itu, membangun kolam retensi di daerah Mintaragen. Namun, kolam retensi tersebut dinilai belum berfungsi optimal.

Karena itu, sejumlah anggota DPRD Kota Tegal sempat mendorong agar kolam retensi itu dievaluasi secara teknis. Sekretaris Komisi III DPRD Rofii Ali menilai, belum optimalnya fungsi kolam retensi, salah satunya karena elevasi permukaan kolam retensi lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Sehingga, genangan masih kerap terjadi di Mintaragen, di kala hujan mengguyur daerah tersebut. (nam/jpg/ida)

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Stok Kepokmas Aman Hingga Lebaran

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Salatiga relatif stabil. Meski dilapangan ada kenaikan harga, namun masih dalam batas yang wajar....

Punya Koin Zaman VOC hingga Uang ‘Kun Fayakun’

Teguh Gunawan merupakan satu dari sekian banyak numismatis atau kolektor mata uang di Semarang. Yang menarik, dia punya varian mata uang yang cukup lengkap....

Kenyamanan Atlet Jadi Prioritas

MUNGKID - Pelaksanaan Borobudur Marathon 2017 yang akan digelar, besok, Minggu (19/11) terus dimatangkan. Salah satunya dari pihak kepolisian yang akan bertugas mengamankan selama...

Masih Banyak Minimarket Langgar SOP Pengamanan

RADARSEMARANG.COM - Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tak kenal waktu, kini banyak tempat usaha yang buka 24 jam nonstop. Selain minimarket atau toko modern,...

Tunggu Rekomendasi Kementerian PUPR

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Perbaikan jembatan Sunut di Dusun Sapen Desa Candirejo hingga kini belum dilakukan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto...

Menikah karena Ditantang Calon Mertua

RADARSEMARANG.COM - PERJALANAN romantika rumah tangga Feri Fernandes bersama istrinya, Margaretha Fitri Hermanto memang unik. Keduanya resmi menikah pada Februari 2011. Istrinya awalnya adalah...