Banjir dan Rob Mengintai

851
CEK PINTU AIR : Petugas mengecek pintu air kolam retensi di Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Senin (30/1). (K.anam.syahmadani@radartegal)
CEK PINTU AIR : Petugas mengecek pintu air kolam retensi di Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Senin (30/1). (K.anam.syahmadani@radartegal)

TEGAL-Cuaca ekstrem diperkirakan akan berlangsung sampai Maret mendatang. Kondisi tersebut, berpotensi terhadap terjadinya sejumlah bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal mencatat, sebagai daerah pesisir, potensi bencana alam yang mengintai Kota Tegal adalah banjir, rob, dan angin puting beliung.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tegal, Imam Sofwan mengatakan, ada beberapa kelurahan di Kota Tegal yang rawan banjir. Di antaranya Kelurahan Kraton, Tegalsari, Muarareja, Mintaragen, Panggung, Margadana, Sumurpanggang, Kaligangsa, Kalinyamat Kulon, dan Tunon. Sedang untuk daerah yang langganan rob, biasanya yang berbatasan langsung dengan pantai. “Di tengah cuaca ekstrem seperti ini, kami mengimbau masyarakat tetap waspada,” katanya, Senin (30/1) kemarin.

BPBD sendiri membuka posko pelayanan selama 24 jam penuh di Kalinyamat Kulon untuk mencakup wilayah Kecamatan Tegal Selatan dan Kecamatan Margadana. Kemudian, di Tegalsari untuk mencakup wilayah Kecamatan Tegal Barat dan Kecamatan Tegal Timur. Posko tersebut, masing-masing dijaga tiga petugas. “Ketika hujan, kami juga mengerahkan petugas untuk membantu di rel kereta api Tirus, karena banyak kendaraan yang tergelincir saat melintas,” imbuhnya.

Dalam catatan koran ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebelumnya menyebutkan, selain kondisi geografis, ada sejumlah faktor penyebab banjir dan rob di Kota Bahari. Yakni, berkurangnya daerah resapan air, terjadinya pendangkalan saluran air karena menumpuknya gulma, penataan drainase yang kurang sempurna, alih fungsi lahan, air pasang laut tinggi, dan curah hujan tahunan.

Untuk mengatasi banjir dan rob, Pemerintah Kota Tegal telah membangun sabuk pantai atau revertment di sepanjang Obyek Wisata Pantai Alam Indah. Selain itu, membangun kolam retensi di daerah Mintaragen. Namun, kolam retensi tersebut dinilai belum berfungsi optimal.

Karena itu, sejumlah anggota DPRD Kota Tegal sempat mendorong agar kolam retensi itu dievaluasi secara teknis. Sekretaris Komisi III DPRD Rofii Ali menilai, belum optimalnya fungsi kolam retensi, salah satunya karena elevasi permukaan kolam retensi lebih tinggi dari daerah sekitarnya. Sehingga, genangan masih kerap terjadi di Mintaragen, di kala hujan mengguyur daerah tersebut. (nam/jpg/ida)