AJT Bedah Rumah Warga Tak Mampu

780
PEDULI: Tim AJT saat bedah rumah milih keluarga Abah Subroto di RT 3 RW 1, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Sigit.andrianto@radarsemarang.com)
PEDULI: Tim AJT saat bedah rumah milih keluarga Abah Subroto di RT 3 RW 1, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. (Sigit.andrianto@radarsemarang.com)

SEMARANG – Merasa prihatin dengan kondisi keluarga Subroto, warga RT 3 RW 1 Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, yang menghuni rumah berukuran 5×10 meter tak layak huni, sebuah komunitas kemanusiaan bernama Andalan Jeli Tangguh (AJT), memberikan bantuan bedah rumah.

Saat meninjau rumah Subroto, kondisinya memang sungguh memprihatinkan, minim penerangan dan kamar menyatu dengan kandang ayam. Sedikitnya ada 25 tim dari AJT yang diturunkan untuk merehab rumah. Butuh dua hari untuk melakukan renovasi rumah menjadi layak huni.

”Para wakil rakyat dan anggota dewan jangan tutup mata dengan permasalahan rakyat, seperti yang dialami Abah Subroto ini. Kami minta turun ke rakyat, jangan hanya kunker dan diam saja,” kata Sekretaris AJT, Dwi Saputra di sela-sela bedah rumah kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (29/1).

Dia meminta wakil rakyat untuk terus bergerak dalam mendengarkan aspirasi rakyat dan mewujudkan. ”Wakil rakyat seringkali menyerap aspirasi tapi realitanya?,” tandasnya.

Sementara itu, Subroto mengaku sudah menghuni rumah tersebut selama 20 tahun bersama empat anak dan istrinya. Ia juga mengaku selama tinggal di rumah tersebut belum pernah mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah, namun bantuan renovasi toilet diakuinya pernah diterima.

”Kalau perbaikan rumah belum pernah diusulkan ke pemerintah, paling cuma dapat bantuan BLT dan beras, dulu pernah dapat bantuan pembangunan WC,” kata Subroto didampingi istrinya Rohmah.

Terpisah, Ketua RW 1, Kelurahan Nongkosawit, Suwarsono mengapresiasi AJT yang peduli terhadap warga. ”Sebelumnya keluarga Subroto tidur bareng satu rumah dekat kandang ayam. Sekarang masuk ke dalam saja masih bau, jadi jelas sangat tidak layak,” katanya. (sga/jks/zal/ce1)