BELA NEGARA: Mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) usai apel pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Bela Negara di Lapangan Taruna Bhakti Akmil. (DOK PENHUMAS AKMIL MAGELANG)
BELA NEGARA: Mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) usai apel pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Bela Negara di Lapangan Taruna Bhakti Akmil. (DOK PENHUMAS AKMIL MAGELANG)

MAGELANG—Latihan kepemimpinan dan bela negara bagi mahasiswa penerima beasiswa Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) kembali digelar. Sedikitnya, 250 mahasiswa dari 28 perguruan tinggi negeri (PTN) se-Indonesia digembleng pada Jumat (27/1) hingga Sabtu (4/2) mendatang di Akademi Militer (Akmil) Magelang.

Gubernur Akmil Mayjen TNI Arif Rahman mengatakan, bela negara bukan hanya menjalankan kewajiban sebagai WNI. Melainkan bentuk kehormatan WNI untuk mewujudkan pengabdian dan sikap rela berkorban terhadap bangsa dan negara.

Menurut Arif, bela negara merupakan salah satu kunci untuk melawan derasnya tantangan era globalisasi yang telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, dengan segala dampak positif maupun negatif.

“Kesadaran bela negara harus ditanamkan kepada para generasi muda sebagai wujud pengabdian kepada negara Indonesia, karena bela negara dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan memperluas wawasan kebangsaan pada setiap warga negara.”

Menyikapi kekerasan yang terjadi saat diksar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) salah satu kampus di Yogyakarta belum lama ini, Arif menyayangkan. Menurut Arif, pendidikan dengan kekerasan, semestinya tak boleh terjadi. “Di sini (Akmil, red) memang didik keras dan disiplin. Keras harus, namun tak melukai.”

Chief Operating Officer Yayasan KSE, Hengky Poerwowidagdo menuturkan, kedisiplinan dan jiwa kepemimpinan, merupakan modal utama yang harus tertanam dalam pengembangan bakat generasi muda dalam menata kesuksesan di masa depan. (san/isk)