Tujuh Kelurahan Dikepung Banjir

Mirna: Prioritaskan Tata Kota Kendal

408
BELUM ADA SOLUSI: Banjir kembali merendam tujuh kelurahan di Kecamatan Kota Kendal, kemarin. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)
BELUM ADA SOLUSI: Banjir kembali merendam tujuh kelurahan di Kecamatan Kota Kendal, kemarin. (Budi.setyawan@radarsemarang.com)

KENDAL—Bencana banjir terus menghantui warga Kendal. Setidaknya tujuh kelurahan di Kecamatan Kota Kendal dikepung banjir akibat meluapnya Kali Kendal. Selain permukiman warga, banjir kembali menerjang kompleks Kantor Bupati Kendal. Beruntung, banjir terjadi saat hari libur, sehingga tidak sampai mengganggu aktivitas kantor pemerintahan.

Banjir yang terjadi rata-rata dengan ketinggian 30-50 sentimeter. Tujuh kelurahan itu adalah Kebondalem, Langenharjo, Pegulon, Patukangan, Ngilir, Balok, dan Pekauman. Tujuh wilayah itu merupakan daerah langganan banjir. Genangan air dipicu dari debit air Kali Kendal yang melintang di tengah Kota Kendal dan buruknya sistem drainase. Banjir tampak menggenangi pusat pemerintahan sejak Sabtu (28/1) hingga Minggu (29/) sore.

Wahid, warga Kendal mengaku, jika sebenarnya beberapa bulan lalu telah dilakukan pengerukan Kali Kendal. Tetapi ternyata hasilnya belum optimal. Karena normalisasi di beberapa titik terkendala rumah dan bangunan yang dibangun di tepi bantaran sungai.

Hasilnya, endapan lumpur di kali tersebut kembali menumpuk dan menyebabkan sungai tidak menampung debit air. “Kalau ingin mengatasi banjir, Kali Kendal ini harus dinormalisasi dahulu. Jika tidak, banjir akan terus menghantui warga,” katanya.

Bupati Kendal, Mirna Annisa, mengatakan, pasca banjir ia terus berupaya mencari solusi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait untuk mencarikan solusi banjir. “Saya minta agar segera dicarikan solusi bersama,” tandasnya.

Mirna mengaku, penanganan banjir ini menjadi prioritasnya untuk menata kembali tata kota Kendal. Sebab, banjir adalah masalah yang terus terulang setiap tahunnya. “Kami juga akan minta dukungan dari pihak terkait, Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat agar banjir di Kendal bisa diatasi,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan, banjir akibat intensitas hujan di wilayah Kendal Atas sangat tinggi. Hal tersebut mengakibatkan Kali Kendal tidak mampu menampung debit air.

“Hujan di sejumlah kecamatan di wilayah Kendal atas cukup tinggi sejak Sabtu malam. Kondisi itu menyebabkan Kali Kendal tidak bisa menampung air dan meluap hingga menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Kota Kendal,” tuturnya. (bud/aro)