Perbamida Bantu Entaskan Kemiskinan

615
DUKUNG PROGRAM PEMERINTAH : Dari kanan, Ketua Perbamida Jateng-DIJ, Sri Hayati, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Ketua Perbamida Indonesia Nazirwan Delamat dalam pembukaan Rakerwil Perbamida Jateng-DIY di Hotel Patra Jasa Semarang. (Istimewa)
DUKUNG PROGRAM PEMERINTAH : Dari kanan, Ketua Perbamida Jateng-DIJ, Sri Hayati, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Ketua Perbamida Indonesia Nazirwan Delamat dalam pembukaan Rakerwil Perbamida Jateng-DIY di Hotel Patra Jasa Semarang. (Istimewa)

SEMARANG – Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah (Perbamida) Jateng-DIJ terus berupaya mendukung program pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Dukungan tersebut diwujudkan dalam berbagai cara. Mulai memberikan bantuan sosial hingga mempromosikan produk UMKM.

“Bantuan sosial yang telah disalurkan Perbamida berupa jambanisasi, instalasi air bersih, bedah rumah, dan bantuan kepada korban bencana alam,” kata Ketua Perbamida Jateng-DIJ, Sri Hayati pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah Perbamida Jateng-DIJ di Hotel Patra Jasa Semarang, Sabtu (28/1).

Dia menambahkan pihaknya juga berupaya mengatasi pengangguran, menurunkan angka kemiskinan, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan merekrut siswa SMK yang mengalami keterbatasan biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. “Kami karyakan mereka dan memberi kesemparan untuk mengikuti kuliah di jenjang S1,” imbuhnya dalam acara yang dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Ketua Perbamida Indonesia Nazirwan Delamat tersebut.

Dalam mendukung program pemprov Jateng di bidang promosi wisata dan pembangunan, pihaknya juga ikut berperan aktif. Yaitu dengan mengikuti pameran pembangunan untuk mempromosikan produk UMKM maupun produk BPR milik daerah dan PD BKK serta memberikan literasi kepada pengunjung.

Saat ini lanjutnya, jumlah anggota Perbamida sebanyak 97 unit BPR dan PD BKK milik daerah. Jumlah itu terdiri dari 35 unit Bank Pasar, 33 BPR BKK, dan 29 PD BKK. Jumlah aset Perbamida mencapai Rp 15,97 triliun degan karyawan 10.383 orang.

Selanjutnya dia meminta Gubernur Jateng memberi kepercayaan kepada BPR milik daerah untuk penempatan maupun pemegang kas desa. Tujuannya agar dapat mempercepat layanan pada desa dan masyarakat di pedesaan. “Disamping itu juga untuk memperkuat kelembagaan sehingga akan lebih memiliki daya saing serta meningkatkan PAD,” ungkapnya.

Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengatakan saat ini persaingan usaha di sektor keuangan mikro sangat ketat. Baik antar lembaga keuangan mikro (LKM) bank, non bank, maupun divisi mikro bank umum lainnya.

Karenanya dia meminta BPR yang saat ini sudah relatif baik pengelolaannya, agar lebih mengoptimalkan potensi yang ada di daerah. “Perkuat sistem TI yang mencakup sistem online dan real time, dimana data yang diterima akan lebih cepat dan akurat untuk pengambilan keputusan,” katanya.

Selain itu dia juga berharap pengawasan dan pengendalian ditingkatkan agar kinerja BPR BKK semakin efektif dan pelayanan nasabah menjadi lebih baik. “Harapan saya, kontribusi BPR terhadap PAD semakin besar sehingga tersedia sumber dana yang besar untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (ric)