Makam Mbah Lancing Dirusak Peziarah

1005
CAGAR BUDAYA: Polisi mengamankan Makam Mbak Lancing yang batu bata dan tumpukan kainnya dipindah. (Humas Polres Kebumen)
CAGAR BUDAYA: Polisi mengamankan Makam Mbak Lancing yang batu bata dan tumpukan kainnya dipindah. (Humas Polres Kebumen)

KEBUMEN—Sejumlah peziarah di cagar budaya Makam Mbah Lancing, Mirit, Kebumen hampir saja diamuk warga. Sebab mereka merusak bangunan makam tersebut.

Kapolsek Mirit AKP Sapto Wahono menjelaskan, kejadian itu berawal dari kedatangan rombongan peziarah yang terdiri dari Marlan Sapingi, 52, Ahmad Ghazanfar Husain, 24, Moch Azan Nuriksan, 30, Ahmad Mirja Mustakim, 22, Ridwan Arif, 32, ke makam Mbah Lancing. Kelima orang ini beralamat di Jalan Rawa Bebek RT 05 RW 01 Pulau Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Mereka tiba dengan mengendarai mobil, Minggu (29/1) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kepada Juru Kunci Makam, Mbah Simoh, 65, mereka mengutarakan maksudnya untuk membersihkan makam. Juru kunci yang tidak menaruh curiga pun mengizinkan.

Namun pada saat membersihkan makam, para pelaku memindahkan batu bata dan tumpukan kain yang menutupi makam. Melihat hal itu, juru kunci langsung menegur dan melarangnya. Bukannya meminta maaf, salah seorang dari rombongan itu malah marah-marah dan mengeluarkan kata-kata yang menantang serta mengancam akan membakar makam Mbah Lancing.

Warga sekitar yang mendengar kejadian itu pun bereaksi keras dan mendatangi mereka. Beruntung, ada warga yang melapor ke Polek Mirit. Polisi bergegas menuju lokasi kejadian dan mengamankan para pelaku dari amuk warga. Karena kekurangan personel, Polsek Mirit menghubungi Polres Kebumen untuk meminta bantuan tambahan petugas. Situasi yang sempat mencekam pun bisa dicairkan.

“Guna mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, kami membawa para pelaku itu ke Polsek Mirit.” kata Sapto. Tindakan pelaku bisa dianggap melanggar Pasal 26 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 tentang Perlindungan Benda Cagar Budaya. (*/jpg/ton)