Dua BUMD Gagal Penuhi Target

444

SEMARANG – Dari 10 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jateng, dua di antaranya gagal memenuhi target deviden 2016. Yaitu Perusahaan Daerah Air Bersih Tirta Utama (PDAB TU) dan Kawasan Industri Wiyajakusuma (KIW).

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Daerah Setda Jateng, Tavip Supriyanto menjelaskan, deviden PDAB TU hanya terealisasi Rp 2,476 miliar atau 67,63 persen dari target Rp 3,661 miliar. Sementara KIW, hanya Rp 1,5 miliar atau hanya 33,33 persen dari target Rp 4,5 miliar. Sementara total realisasi deviden dari seluruh BUMD di 2016 hanya Rp 340,364 miliar atau 98,92 persen dari target Rp 344,078 miliar.

”Ada satu BUMD yang capaiannya melebihi target. Yaitu PT SPJT (Sarana Pembangunan Jawa Tengah). Dari yang ditargetkan Rp 15,5 miliar, tercapai Rp 15,971 miliar,” ucapnya.

Dirut PDAB TU Hesti Lilianti menjelaskan, kegagalan pencapaian target deviden tersebut dikarenakan penggunaan sumber daya air yang belum dioptimalkan Pemkot Tegal. ”Problemnya, jaringan airnya belum ada. Jadi hasilnya kurang optimal,” bebernya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo meminta agar Hesti segera berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga setempat terkait instalasi jaringan PDAB TU. ”Hal seperti ini bisa dikejar agar problem teknis ini bisa segera diatasi. Ini harus digenjot agar tahun ini bisa memenuhi target,” tegasnya.

Terkait KIW, dia tidak mempersoalkan. Sebab, kawasan industri tersebut tidak berada di bawah kewenangan pemprov secara langsung. Hanya mempunyai kepanjangan tangan di jajaran dewan KIW saja. Jumlah sahamnya pun tidak terlalu banyak.

Ganjar justru tengah memikirkan saham pemprov di Bank Jateng. Sebab, banyak saham yang terdelusi karena setorannya macet. Mantan anggota DPR RI ini pun mencoba menyiasatinya dengan mengubah Perda. Dengan begitu, penambahan modal di perusahaan daerah bisa lebih gampang. ”Perubahan Perda ini juga ada kaitannya dengan perubahan undang-undang tentang pemerintah daerah,” tegasnya. (amh/ric/ce1)