33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Asrama Pensiunan TNI Terbakar

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

 Petugas PMK saat memadamkan api. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
Petugas PMK saat memadamkan api. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SEMARANG- Kebakaran hebat terjadi di asrama Brigade Infanteri (Brigif) 5 Diponegoro Blok H RT 05 RW 06, Ngesrep, Banyumanik, Sabtu (28/1). Kobaran api yang diduga dari korsleting listrik menghanguskan delapan rumah yang dihuni oleh pensiunan anggota TNI dan pensiunan PNS.  Kedelapan rumah yang dilalap si jago merah masing-masing dihuni oleh Kapten (Purn) Sugiarto, 62; Sukardi, 59, (Pensiunan PNS TNI); Supriyono, 62, (Pensiunan PNS TNI); Slamet Mulyono, 51, (Pensiunan PNS TNI); Haris Iskandar, 61, (Purnawirawan TNI), Ikwan Junaidi, 49, (anggota TNI); Sugeng Riyadi, 51, (PNS TNI) dan Sukardiono, 48, (PNS).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kebakaran terjadi Minggu (28/1) sekitar pukul 11.00.

Menurut Sukardi, sebelum kebakaran, ia mendengar suara percikan pada bagian atap rumahnya. Tak berselang lama, keluar asap dan muncul kobaran api. “Pas lagi duduk di teras rumah tiba-tiba ada suara pletek-pletek dari atap rumah. Saat saya lihat ada kepulan asap,” katanya.

Menurutnya, peristiwa kebakaran itu terjadi sangat cepat. Apalagi ditambah hembusan angin kencang, membuat kobaran api semakin membesar.  “Kobaran api terus membesar dan langsung merembet ke rumah tetangga,” ujarnya.
Sugeng Riyadi, warga lainnya mengatakan, sebelum muncul api, terdengar suara ledakan keras dari rumah yang dihuni Sukardi. “Ada suara ledakan. Keras banget. Setelah itu muncul kobaran api,”katanya.

Sugiarto, penghuni rumah paling ujung sempat mengira ledakan keras tersebut berasal dari petasan. “Saya kira mercon Imlek, karena suaranya kenceng banget,” ujarnya.

Belum diketahui total kerugian akibat kebakaran tersebut. Meski tidak ada korban jiwa, namun para penghuni rumah tidak sempat menyelamatkan harta bendanya saat kebakaran terjadi.

Selain itu, akibat kebakaran, salah satu penghuni rumah yang yang diketahui istri Slamet mendadak pingsan. Dia dan langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans milik TNI.

Sejumlah petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang yang turun di lokasi berhasil menjinakkan kebakaran sekitar pukul 13.45. Itu setelah petugas PMK mengerahkan tujuh unit mobil pemadam.  “Pemadaman dilakukan dari depan maupun belakang asrama. Pintu-pintu yang tertutup langsung kami jebol,” ungkap Kasi Operasional Dinas Kebakaran Kota Semarang, Suwarto.

Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli menyebutkan, delapan rumah yang terbakar dihuni para pensiunan TNI. Saat ini, musibah kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. “Kalau dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting  listrik di salah satu rumah warga,” katanya. (mha/aro)

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Peduli Kanker Anak

Persatuan Istri Karyawan Telkomsel (Persikasel) mengelar bazar murah di Gedung Grapari Telkomsel, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Kamis (9/11). Di bazar kali ini setiap transaksi...

Tanpa Pacaran, Ijab Dihadiri Penyandang Tunanetra

RADARSEMARANG.COM - Pernikahan adalah sebuah ikatan janji suci dua manusia yang saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setidaknya ini yang terjadi pada pasangan Nila...

Puskesmas Demak 3 Masuk Nominasi

RADARSEMARANG.COM, DEMAK- Puskesmas Demak 3 masuk nominasi maju lomba Provinsi Jateng terkait kategori pelayanan KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Kemarin, tim penilai...

Lebih Mudah

Ahmad Yani (46 Tahun) saat makan bersama dengan keluarga di rumahnya jalan Kampung Ngembun RT 02 RW 05 Kelurahan Mlati Baru Kota Semarang, 23/11/2017....

Satu Alat Hasilkan Suara Berbagai Musik

Seniwati sekaligus Guru Seni SMP 2 Selomerto Mulyani terus bersemangat mengajarkan siswa didiknya belajar bundengan, alat musik tradisional Wonosobo. Selain mengajarkan teknik dasar memainkan...

Depan Pendopo Steril dari PKL

DEMAK-Pemkab Demak secara resmi telah merelokasi keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sepanjang Jalan Kiai Singkil, yakni sekitar depan Pendopo...