Asrama Pensiunan TNI Terbakar

1151
LUDES: Asrama Brigade Infanteri (Brigif) 5 Diponegoro Blok H RT 05 RW 06, Ngesrep, Banyumanik, yang terbakar, kemarin. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
LUDES: Asrama Brigade Infanteri (Brigif) 5 Diponegoro Blok H RT 05 RW 06, Ngesrep, Banyumanik, yang terbakar, kemarin. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
 Petugas PMK saat memadamkan api. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
Petugas PMK saat memadamkan api. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SEMARANG- Kebakaran hebat terjadi di asrama Brigade Infanteri (Brigif) 5 Diponegoro Blok H RT 05 RW 06, Ngesrep, Banyumanik, Sabtu (28/1). Kobaran api yang diduga dari korsleting listrik menghanguskan delapan rumah yang dihuni oleh pensiunan anggota TNI dan pensiunan PNS.  Kedelapan rumah yang dilalap si jago merah masing-masing dihuni oleh Kapten (Purn) Sugiarto, 62; Sukardi, 59, (Pensiunan PNS TNI); Supriyono, 62, (Pensiunan PNS TNI); Slamet Mulyono, 51, (Pensiunan PNS TNI); Haris Iskandar, 61, (Purnawirawan TNI), Ikwan Junaidi, 49, (anggota TNI); Sugeng Riyadi, 51, (PNS TNI) dan Sukardiono, 48, (PNS).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, kebakaran terjadi Minggu (28/1) sekitar pukul 11.00.

Menurut Sukardi, sebelum kebakaran, ia mendengar suara percikan pada bagian atap rumahnya. Tak berselang lama, keluar asap dan muncul kobaran api. “Pas lagi duduk di teras rumah tiba-tiba ada suara pletek-pletek dari atap rumah. Saat saya lihat ada kepulan asap,” katanya.

Menurutnya, peristiwa kebakaran itu terjadi sangat cepat. Apalagi ditambah hembusan angin kencang, membuat kobaran api semakin membesar.  “Kobaran api terus membesar dan langsung merembet ke rumah tetangga,” ujarnya.
Sugeng Riyadi, warga lainnya mengatakan, sebelum muncul api, terdengar suara ledakan keras dari rumah yang dihuni Sukardi. “Ada suara ledakan. Keras banget. Setelah itu muncul kobaran api,”katanya.

Sugiarto, penghuni rumah paling ujung sempat mengira ledakan keras tersebut berasal dari petasan. “Saya kira mercon Imlek, karena suaranya kenceng banget,” ujarnya.

Belum diketahui total kerugian akibat kebakaran tersebut. Meski tidak ada korban jiwa, namun para penghuni rumah tidak sempat menyelamatkan harta bendanya saat kebakaran terjadi.

Selain itu, akibat kebakaran, salah satu penghuni rumah yang yang diketahui istri Slamet mendadak pingsan. Dia dan langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans milik TNI.

Sejumlah petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang yang turun di lokasi berhasil menjinakkan kebakaran sekitar pukul 13.45. Itu setelah petugas PMK mengerahkan tujuh unit mobil pemadam.  “Pemadaman dilakukan dari depan maupun belakang asrama. Pintu-pintu yang tertutup langsung kami jebol,” ungkap Kasi Operasional Dinas Kebakaran Kota Semarang, Suwarto.

Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli menyebutkan, delapan rumah yang terbakar dihuni para pensiunan TNI. Saat ini, musibah kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan. “Kalau dugaan sementara, kebakaran disebabkan korsleting  listrik di salah satu rumah warga,” katanya. (mha/aro)