Potong 91 Tumpeng

415
SYUKURAN: Suasana rapat Harlah NU ke-91 di kantor PCNU Kota Semarang. (IST)
SYUKURAN: Suasana rapat Harlah NU ke-91 di kantor PCNU Kota Semarang. (IST)

SEMARANG – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang akan menggelar Hari Lahir (Harlah) NU ke-91 dengan memotong 91 nasi tumpeng pada Selasa (31/1), di Hotel Pandanaran.

”Kita namakan tumpeng kebangsaan sebagai hadiah NU kepada bangsa Indonesia,” tegas Ketua Tanfidziyah PCNU KH Anasom saat memimpin rapat koordinasi di Kantor PCNU Jalan Puspogiwang, Jumat (27/1).

Gelaran acara berupa khatmil Alquran, tahlil bersama, potong 91 tumpeng, bakti sosial nasi tumpeng dan refleksi para tokoh. ”Ada 19 tokoh yang akan menyampaikan refleksi tentang NU dan kebangsaan,” ujar Ketua Pusat Pengkajian Islam dan Budaya Jawa (PPIBJ) UIN Walisongo ini.

Menurutnya, melihat NU yang sudah berusia 91 tahun perlu membuat organisasi semakin dewasa. Sebagai organisasi yang besar harus mampu menaungi dan mengayomi banyak pihak. Selain itu, tugas besar NU adalah menjaga identitas Islam Nusantara dengan tetap mengawal keutuhan NKRI.

”Mengurus NU butuh seni khusus, yaitu memadukan jamaah dan jamiyyah,” kata Anasom yang juga dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo.

Dengan memadukan seni mengelola NU itu, usia 91 akan membuat jati diri organisasi semakin matang dalam menegakkan ahlussunnah wal jamaah.

Ketua Panitia Harlah NU, Agus Fathuddin Yusuf menyampaikan bahwa panitia telah mengundang 325 tokoh-tokoh Kota Semarang dari lintas profesi. ”Para kiai, habaib, pemerintah, TNI, Polri dan seluruh santri akan berkumpul bersama dalam Harlah NU ini,” tegasnya. (*/zal/ce1)