JAWAB KUIS: Presiden Joko Widodo memberikan kuis kepada sejumlah siswa di sela penyerahan Kartu Indonesia Pintar di Komplek SMP/SMA/SMK Subbanul Wathan Asrama Pelajar Islam (API) Asri Tegalrejo Magelang, Jumat (27/1). (Ahsan.fauzi@radarkedu.com)
JAWAB KUIS: Presiden Joko Widodo memberikan kuis kepada sejumlah siswa di sela penyerahan Kartu Indonesia Pintar di Komplek SMP/SMA/SMK Subbanul Wathan Asrama Pelajar Islam (API) Asri Tegalrejo Magelang, Jumat (27/1). (Ahsan.fauzi@radarkedu.com)

MAGELANG – Sebanyak 1.083 siswa SD, SMP, SMA dan SMK di wilayah Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo dan Boyolali mendapat Kartu Indonesia Pintar (KIP). KIP diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Komplek SMP/SMA/SMK Subbanul Wathan Asrama Pelajar Islam (API) Asri Tegalrejo Magelang, Jumat (27/1) petang.

Jokowi meminta kepada siswa penerima KIP membelanjakan uang tersebut untuk kepentingan sekolah, seperti membeli alat tulis, tas, sepatu dan lainnya. “Saya minta betul, uang jangan gunakan untuk keperluan yang tidak ada hubunganya dengan sekolah. Jangan sampai uang KIP untuk membeli pulsa,” pinta Jokowi.

Presiden juga meminta kepada para siswa untuk lebih giat lagi dalam belajar. Siswa tidak boleh bermalas-malasan, harus kerja keras untuk meraih mimpi atau cita-cita. “Jangan lupa bejalar, beribadah dan berolahraga,” pesan Jokowi. Tampak hadir di panggung kehormatan antara lain Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Bupati Magelang Zaenal Arifin dan perwakilan Yayasan API Asri Tegalrejo Magelang KH M Yusuf Chudlori.

Puan menambahkan, KIP diberikan pemerintah kepada 16,4 juta siswa di seluruh Indonesia. Nominalnya Rp 450 ribu untuk siswa SD, Rp 750 ribu untuk SMP dan Rp 1 juta untuk SMA/SMA per tahun.

“Pada bulan Juli ini bisa dicairkan di Bank BNI/BRI. Dengan kartu ini (KIP), diharapkan anak yatim atau anak tidak mampu, bisa mendapat kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan,” ungkap Puan.

Presiden Jokowi kemarin juga memberikan ceramah pembekalan pada 1.106 siswa-siswi SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang. Ia menekankan tantangan Indonesia ke depan dalam menghadapi persaingan antarnegara di era keterbukaan.

“Sekarang di ASEAN sudah dibuka Masyarakat Ekonomi ASEAN. Nanti bisa antarkawasan bisa ASEAN dan Uni Eropa, buka-bukaan bisa masuk tanpa KTP, tanpa paspor artinya kita harus siap tidak hanya pintar, tidak hanya pandai, tidak cukup,” ujarnya.

Sementara Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menjelaskan, berdasarkan data 2015, sudah ada 60 alumnus SMA TN yang menjadi doktor bahkan 3 di antaranya bergelar profesor. Setiap tahun, animo masyarakat yang mendaftar ke SMA TN meningkat. (san/ton)