KHUSYUK DALAM PENJAGAAN: Seorang warga Tionghoa khusyuk berdoa di Kelenteng Tay Kak Sie yang dijaga sejumlah anggota Brimob Polda Jateng. (Nurchamim@radarsemarang.com)
KHUSYUK DALAM PENJAGAAN: Seorang warga Tionghoa khusyuk berdoa di Kelenteng Tay Kak Sie yang dijaga sejumlah anggota Brimob Polda Jateng. (Nurchamim@radarsemarang.com)

SEMARANG – Menjelang detik-detik pergantian tahun baru penanggalan Imlek, warga Tionghoa Semarang menggelar sembahyang bersama pada pukul 00.00 tadi malam. Sembahyang ini dilakukan untuk melepas tahun yang telah dilalui sekaligus menyambut tahun baru 2568. Sembahyang ini dilakukan di Kelenteng Tay Kak Sie Gang Lombok, Kelenteng TITD Grajen dan beberapa kelenteng lainnya di kawasan Pecinan, Semarang.

”Kami sembahyang bersama. Ada ketua yayasan bersama staf dan para jamaah. Kami minta izin kepada Dewa Langit dulu sebelum sembahyang kepada dewa-dewa yang ada di sini,” ujar Heri Susanto, 67, pengawas Kelenteng TITD Grajen.

BERDOA BERSAMA: Satu keluarga melakukan sembahyang tahun baru Imlek di Kelenteng TITD Grajen, Semarang Tengah. (Sigit.andrianto@radarsemarang.com)
BERDOA BERSAMA: Satu keluarga melakukan sembahyang tahun baru Imlek di Kelenteng TITD Grajen, Semarang Tengah. (Sigit.andrianto@radarsemarang.com)

Sembahyang ini dilakukan dengan menyalakan hio swa (dupa). Kemudian mengucap syukur bahwa dalam satu tahun yang telah dilewati telah dilindungi dan berharap agar tahun yang akan datang menjadi lebih baik, dan dihilangkan semua musibah.

”Kita tidak hanya sembahyang untuk diri sendiri. Kita sembahyang memohon agar negara kita juga bisa aman, tenteram, dan sejahtera. Jadi, selain diri sendiri, kita juga sembahyang untuk tempat di mana kita tinggal,” ujar pria yang tinggal di Perumahan Tanah Mas, Semarang Utara ini.

Meskipun sembahyang bersama dilakukan pukul 00.00, sejak sore kelenteng sudah didatangi warga Tionghoa. Mereka datang untuk melakukan sembahyang secara pribadi.

”Yang utama nanti jam 12 malam. Nanti juga ikut, tapi ini sembahyang pribadi dulu,” kata Budiono, 58, yang melakukan sembahyang di Kelenteng Tay Kak Sie.

LILIN IMLEK: Seorang jamaah sedang menyalakan lilin di Kelenteng Tay Kak Sie. (Nurchamim@radarsemarang.com)
LILIN IMLEK: Seorang jamaah sedang menyalakan lilin di Kelenteng Tay Kak Sie. (Nurchamim@radarsemarang.com)

Hal serupa dilakukan Mela, 38, warga Semarang Tengah. Ia datang ke Kelenteng Tay Kak Sie untuk melakukan sembahyang sekitar  pukul 19.00. ”Kalau saya memang biasanya sembahyang seperti ini. Dan seringnya di kelenteng sini,” ujarnya.

Baik Budiono maupun Mela, di tahun baru ini tak lupa berdoa diberikan kesehatan, ketenteraman dan kelancaran rezeki.

Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie, Tanto Hermawan, mengatakan, perayaan tahun baru Imlek bagi warga Tionghoa merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Sebab, pada hari Imlek semua keluarga dan sanak keluarga bisa berkumpul setelah disibukkan dengan berbagai aktivitas.

”Pada hari Imlek semua keluarga bisa makan bersama dalam satu meja dan bercerita tentang keadaannya,” ungkap Tanto Hermawan.

Dalam perayaan Imlek ini, lanjut dia, mereka yang belum menikah akan mendapatkan angpao dari orang yang sudah tua. Sehingga anak yang lebih muda setelah mengucapkan Gong Xi Fa Cai, akan mendapatkan angpao. ”Tapi kalau sudah menikah tidak dapat angpao, justru harus memberi,” katanya.

Dikatakan, tahun baru Ayam Api memiliki sifat bekerja keras, kesetiaan, komitmen, dan nilai kekeluargaan. ”Dari sifat ayam itu harapannya pada tahun ini semua permasalahan akan sirna dengan kesetiaan,” katanya. (sga/hid/aro/ce1)