Ansor Banser Tingkatkan Kesiagaan

3272
BUKA DIKSAR : Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan Kapolres AKBP Muhammad Ridwan menyempatkan pin pada peserta diklatsar Ansor-Banser. (Zain.zainudin@radarkedu.com)
BUKA DIKSAR : Bupati Wonosobo Eko Purnomo dan Kapolres AKBP Muhammad Ridwan menyempatkan pin pada peserta diklatsar Ansor-Banser. (Zain.zainudin@radarkedu.com)

WONOSOBO – Sedikitnya 98 orang selama 4 hari (26-29/1) mengikuti pendidikan kader dasar (PKD) dan pendidikan latihan dasar (diklatsar) Ansor Banser. Mereka berasal dari 13 Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wonosobo dan beberapa dari kabupaten lain.

“Ada yang dari Kabupaten Pemalang dititipkan untuk turut menjalani PKD dan diklatsar di Desa Tlogojati ini,” terang Ketua GP Ansor Tlogojati, Main Mustofa saat ditemui di sela acara pembukaan diklatsar di lapangan Desa Tlogojati.

Dibeberkan, seluruh peserta telah mengikuti materi PKD selama sehari semalam, ditambah diklatsar tiga hari dua malam yang dibuka secara resmi Jumat kemarin. PKD dan diklatsar ini merupakan kaderisasi wajib sebagai syarat masuk menjadi kader Ansor Banser.

“Untuk PKD lebih kepada teori ke-aswajaan, ke-ansoran, kebangsaan dan materi-materi terkait pemahaman terhadap NU. Sementara diklatsar lebih ke pendidikan kemiliteran untuk menempa fisik dan mental kader,” lanjut Main.

Pihak penyelenggara mengakui, dalam pendidikan dilaksanakan cukup ketat dengan disiplin tinggi. Tujuannya, untuk menempa karakter kader, agar tahan banting, lebih cinta tanah air, dan siap membela bangsa dan negara dari berbagai ancaman, baik dari dalam dan luar.

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo saat membuka diklatsar meminta para pemuda NU, khususnya yang telah bergabung dalam Ansor – Banser, untuk kuat menempa diri, agar nantinya mampu tumbuh sebagai kader berkualitas. Selain itu memiliki andil besar dalam upaya pembangunan nasional.

Bupati menilai, Ansor Banser merupakan organisasi kepemudaan terbesar di Wonosobo, dan memiliki jaringan paling mapan secara nasional. Ansor dan Banser, menurut Eko juga memiliki tanggung jawab besar dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia.

Dalam kesempatan sama, Ketua PCNU Kabupaten Wonosobo, Ngarifin Siddiq memerintahkan kepada semua kader Ansor dan Banser wajib menjaga wilayahnya dari segala aktivitas yang membahayakan NKRI. “Negara sedang bergejolak. Musuh-musuh kita sudah nyata di depan mata. Maka saya wajibkan kepada seluruh Ansor-Banser di Wonosobo untuk meningkatkan kesiagaan. Jika suatu saat negara membutuhkan, haram hukumnya kader Ansor-Banser mundur meski satu langkah,” tandasnya. (cr2/lis)