GELAR PERKARA : Polres Pekalongan, saat memitai keterangan pengecer judi togel, dengan tersangka Kusnadi, warga Desa Buku, Bojong, Pekalongan. (Taufik.Hidayat@radarsemarang.com)
GELAR PERKARA : Polres Pekalongan, saat memitai keterangan pengecer judi togel, dengan tersangka Kusnadi, warga Desa Buku, Bojong, Pekalongan. (Taufik.Hidayat@radarsemarang.com)

KAJEN–Maraknya tempat penjualan judi toto gelap (Togel) yang sudah merambah di 5 kecamatan di Kabupaten Pekalongan, dikeluhkan warga. Yakni, di Kecamatan Kajen, Bojong, Wiradesa, Tirto, Kesesi dan Siwalan, dan Kecamatan Bojong. Karena itulah, anggota Sat Intelkam Polres Pekalongan melakukan penggerebekan tempat penjualan judi Toto Gelap (Togel) di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Rabu (25/1) kemarin.

Hasilnya, Kusnadi alias Gendut, 59, warga Desa Bukur, Kecamatan Bojong, pengecer Togel Hongkong berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti. Yakni satu lembar rekapan Togel Hongkong, tiga lembar leretan angka pembelian, uang senilai Rp 104 ribu, 19 kertas ramalan angka judi togel dan tiga balpoint warna hitam.

Dari informasi tersebut, akhirnya anggota Sat Intelkam Polres Pekalongan, menindaklanjuti informasi tersebut dengan menyamar sebagai pembeli. Akhirnya Kusnadi alias Gendut, 59, warga Desa Bukur, Kecamatan Bojong, ditangkap.

“Saat penangkapan di lokasi, terdapat sejumlah barang bukti berupa uang, kertas rekapan, balpont dan kertas ramalan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dan dikenai Pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” jelas Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri Hartanto.

Sementara itu, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan, KH Ahmad Mahmudin menegaskan bahwa tiga bulan terakhir penjualan judi togel di Kabupaten Pekalongan, mulai meresahkan. Karena penjualannya dilakukan oleh para pedagang kaki lima, secara terbuka dan mulai menyebar di beberapa kecamatan.

Menurutnya, dengan adanya penangkapan pengecer togel di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, membuat efek jera bagi pengecer dan pembeli yang lain. Harapannya, tidak ada lagi perjudian apapun di Kabupaten Pekalongan. “Kami berharap, pihak Polres Pekalongan, benar–benar memberantas semua bentuk perjudian dan tidak ada yang ditolerir,” tegas KH Ahmad Mahmudin. (thd/ida)