Galeri UMKM Lengkapi Kota Lama

673
TERUS BERBENAH: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (kiri) saat meninjau gedung Telkom di Kota Lama yang akan disulap menjadi Galeri UMKM. (Ricky.fitryanto@radarsemarang.com)
TERUS BERBENAH: Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (kiri) saat meninjau gedung Telkom di Kota Lama yang akan disulap menjadi Galeri UMKM. (Ricky.fitryanto@radarsemarang.com)

SEMARANG – Gedung kuno Maintenance Service Center Area IV Jateng PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk di Jalan Letjend Suprapto Nomor 7 Semarang, bakal dijadikan sebagai Galeri Sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khas Semarang.

Galeri tersebut bakal dikonsep menggunakan sistem online dan e-commerce. Berbagai macam produk UMKM khas Semarang, baik kuliner maupun handycraft bakal ditampung di tempat tersebut. Saat ini proses renovasi gedung hampir selesai. Galeri UMKM tersebut rencananya bakal diresmikan pada 17 Februari mendatang, bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Hendrar Prihadi – Hevearita Gunaryanti Rahayu di Kota Semarang.

”Nantinya galeri UMKM ini untuk mempromosikan produk-produk lokal khas Kota Semarang. Untuk produk yang dimasukkan, kami inginnya harus ada proses seleksi ketat, tidak boleh asal-asalan,” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat meninjau gedung seluas 300 meter persegi tersebut, Kamis (26/1).

Dia mencontohkan, produk-produk khas yang bisa diangkat seperti kerajinan tas, rajut, bros, kalung, dan lain-lain. Termasuk beraneka ragam produk batik asli Semarang. Mengenai jumlah produk maupun UMKM yang bakal ditampilkan di galeri tersebut saat ini masih dilakukan proses pendataan dan seleksi oleh Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Perindustrian.

Ita-sapaan Hevearita-berharap galeri tersebut menjadi embrio pemberdayaan UMKM di Semarang untuk bersaing secara luas. ”Galeri UMKM ini juga dikonsep terintegrasi menggunakan sistem e-commerce. Sehingga para pelaku UKM bisa menjual produknya secara online, dengan dilakukan pendampingan oleh Pemkot Semarang,” katanya.

Galeri UMKM ini nantinya terintegrasi dengan beberapa pusat revitalisasi seperti PKL Padang Rani, maupun dengan tempat lain. Sebab, nantinya Kota Lama akan steril dari kendaraan motor dan mobil. Karena kawasan ini didesain untuk pejalan kaki. Wisatawan bisa berkeliling sembari menikmati sensasi kota tua. ”Untuk penutupan jalur di Kota Lama diperkirakan Maret mendatang. Akses Jalan Letjend Suprapto, akan dialihkan mulai Gedung Spiegel, masuk ke kiri, kemudian Jalan Sendowo, keluarnya di Berok,” katanya.

Salah satu wisatawan di Kota Lama, Dewi Wardhani, 23, mengaku senang kalau Kota Lama ditata sedemikian rupa. Sebab, menurutnya, Kota Lama memiliki keindahan luar biasa dengan adanya ratusan gedung tua. ”Tetapi saat ini masih belum maksimal, masih ada banyak gedung dibiarkan belum terawat,” katanya. (amu/ric/ce1)