BATANG-Memasuki musim penghujan, jalanan dan pemukiman di Kota Batang selalu tergenang banjir. Bahkan jika hujan turun deras selama 2-4 jam saja, genangan air sudah tinggi, lantaran kurangnya drainase di kawasan perkotaan dan area resapan berubah menjadi permukiman.

“Sumber banjir di kawasan permukiman perkotaan Batang ini lebih karena air bingung. Bingung tidak tahu mau mengalir kemana, karena minim saluran drainase. Jadinya air bingung menggenangi jalan, halaman perkantoran, sekolahan maupun rumah sakit,” ujar Ketua Kosultan Perencana Kabupaten Batang, Wisnu Suryotomo ST MM.

Seringnya terjadi banjir ini tak lepas dari minimnya drainase untuk pembuangan limpahan air pemukiman warga, seperti di Jalan Tentara Pelajar, ada ruas jalan yang tanpa saluran drainase. Sedangkan di jalan-jalan lainnya, selain drainase minim atau rusak, juga tersumbat sampah, sehingga harus dibangun kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya. Dan Pemkab juga harus menambah fasilitas tempat sampah bagi warga dan tempat publik.

Camat Batang Wilopo AP MM, mengatakan bahwa banjir sering terjadi di Kalipucang Wetan disusul sebagian wilayah Kalipucang Kulon serta Watesalit. Selain faktor musim hujan dan luapan air sungai, diakuinya kondisi drainase perkotaan yang jelek juga membuat banjir makin sering terjadi. “Selain itu, faktor berkurangnya persawahan ikut memperparah. Ini memang jadi PR kita, secepatnya akan kita koordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk penanganannya,” terang Wilopo.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang, Yesaya Simanjuntak AP MSi, mengungkapkan, beberapa tahun terakhir, beberapa desa/kelurahan di Kota Batang memang langganan banjir tiap kali musim hujan. Misalnya, Watesalit, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, dan sebagian Karanganyar. Bahkan, banjir juga merambah ke Jl Ahmad Yani, Jl Dr Wahidin dan Jalan Pemuda.

“Banjir makin parah karena aktivitas pendaratan sawah produktif di selatan Jalan Perintis Kemerdekaan Kalipucang. Padahal, selama ini sawah itu ikut berfungsi menjadi penampung air saat terjadi hujan deras,” imbuh Yesaya.

Lokasi banjir di pemukiman Kota Batang paling parah di Mberan, Kelurahan Watesalit, Kelurahan Kalipucang dan Kertonegaran Kelurahan Proyonanggan Tengah. Sementara Kertonegaran dilintasi Kali Gendingan, Watesalit dan Kalipucang bermasalah dengan Kali Tumpang, selain itu juga di Karangasem Utara. (mg20/ida)