Pohon Tumbang Tutup Jalan Pahlawan

232

MAGELANG – Hujan lebat disertai angin menyebabkan sebatang pohon di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Secaba, Kota Magelang, tumbang, Rabu (25/1) siang. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, pohon yang melintang di tengah jalan sempat mengganggu arus lalu lintas.

Warga Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Sentot menjelaskan, sekitar pukul 11.40, hujan lebat mulai mengguyur wilayah Kota Magelang dan sekitarnya. Hujan juga disertai angin namun tidak terlalu kencang. Tiba-tiba, sekitar pukul 12.30, ia yang berada tidak jauh dari lokasi mendengar suara keras seperti benda jatuh.

”Saat mendatangi sumber suara, ternyata itu pohon roboh. Posisinya melintangi jalan raya,” ujar Sentot, kemarin.

Mengetahui kejadian tersebut, ia lantas meminta anaknya untuk menghubungi polsek setempat. Saat itu, arus lalu lintas kendaraan yang tengah melintas di jalur tersebut sempat terputus. Warga setempat akhirnya mengalihkan kendaraan yang ingin menuju Jalan A Yani melalui jalur alternatif.

”Kami arahkan kendaraan sepeda motor, mobil dan angkutan umum melalui Jalan Raden Saleh,” jelasnya.

Anggota Polres Magelang Kota yang datang dibantu warga setempat lantas melakukan evakuasi batang pohon dengan memangkas dahan dan ranting menggunaan parang serta gergaji mesin. Kapolsek Magelang Utara, Kompol M Khodar menjelaskan, sekitar 30 personel diturunkan untuk menyingkirkan pohon dan mengalihkan arus lalu lintas.

”Tidak ada pengendara yang tertimpa. Hanya kanstin atau pembatas jalan di bawah pohon rusak tertimpa batang pohon berdiameter 30 sentimeter,” ungkap Khodar.

Kembali diutarakan Sentot, tumbangnya pohon diduga lantaran akar tidak kuat menopang pohon peneduh tersebut. Sebab, beberapa tahun silam DPU Kota Magelang sempat membongkar aspal di bahu jalan yang bergelombang akibat terangkat akar pohon.

”Sepertinya saat itu akar ikut dipotong sehingga saat hujan disertai angin, pohon yang tidak kokok akhirnya tumbang,” paparnya.

Usai kejadian tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Magelang Machbub Yani Arfian mengaku akan berkoordinasi dengan DPU untuk mengantisipasi agar tidak kembali terjadi. Utamanya bagi pohon besar yang dianggap rawan tumbang dan berpotensi membahayakan.

”Pemangkasan sebenarnya sudah dilakukan untuk mengurangi beban pada pohon. Utamanya ranting dan daun yang menjalar ke kabel tiang listrik atau telekomunikasi lainnya,” tegas Machbub. (cr1/ton)