Pekan Depan, Joko Umboro Diperiksa

Skandal Korupsi BRT

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Setelah memeriksa dua pejabat Pemkot Semarang terkait skandal korupsi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, penyidik Polrestabes Semarang segera memanggil mantan Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati. Rencananya, Joko Umboro akan diperiksa pekan depan.

”Mungkin minggu depan (Joko Umboro Jati) akan kami panggil (diperiksa),” ungkap Kasubnit II Tipikor Polrestabes Semarang, Aiptu Arief Setiawan, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (25/1).

Dikatakan, saat ini penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polrestabes Semarang masih mengumpulkan alat bukti dan menelaah keterangan dari sejumlah saksi yang sudah diperiksa.

Setidaknya sudah ada tujuh saksi yang dimintai keterangan. Di antaranya, mantan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Agus Harmunanto, dan Kepala Seksi Perbelanjaan Badan Pendapatan daerah (Bapenda) Kota Semarang, Chandra.

Selain mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi, lanjut Arief, pihaknya juga menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit. Audit ini untuk mengetahui jumlah pastinya kerugian yang ditanggung Pemkot Semarang.

”Pengoperasian itu kan dibebankan ke pemkot, makanya nanti kami mengundang BPK untuk melakukan audit,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo menegaskan, kasus ini masih terus ditangani penyidik. Diakui, penanganan kasus ini membutuhkan ketelitian untuk mengungkap aktor utama skandal korupsi BRT ini. ”Jangan terburu-buru dulu. Ini masih ditangani penyidik. Memang nanti semua saya panggil,” katanya.

Menanggapi kasus hukum yang membelit BRT Trans Semarang ini, pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno memilih tidak berkomentar. ”Itu sudah masuk ranah hukum, ya diselesaikan secara hukum saja,” ujarnya singkat.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi di tubuh BLU Trans Semarang ini terungkap setelah Kepala BLU Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Agung Nurul Falaq Adi Wibowo melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Sesuai surat laporan atau pengaduan nomor Rekom /16/1/2017/SPKT/RES TBS SMG disebutkan kasus tersebut terjadi di Terminal Mangkang. Waktu kejadian pada September-Oktober 2016. Modus operandinya pelaku menyewakan 8 unit bus BRT selama dua bulan senilai Rp 200 juta. Bus tersebut dioperasikan tanpa izin di Koridor III dan IV. (mha/aro/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -