Kompensasi Sosial Berakhir, Disediakan Lahan Garapan

503

BATANG–PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) telah melaksanakan program mitigasi sosial di wilayah terdampak proyek PLTU Batang berkapasitas 2 x 1000 MW sebagai bagian dari pelaksanaan AMDAL. Rabu (25/1) kemarin, di kantor Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang,  merupakan hari terakhir penyerahan dana kompensasi sosial kepada lebih dari 700 orang petani terdampak. Program yang telah berjalan sejak Oktober 2015 tersebut, dinilai efektif dalam membantu perekonomian para petani.

Direktur Operasional BPI, Shiroki Yamashita menjelaskan bahwa penyaluran dana kompensasi sosial untuk para petani terdampak memang bersifat sementara. Sebagai kompensasi jangka panjang, BPI telah memberikan lahan seluas 32 hektare kepada sekitar 218 petani penggarap terdampak pada bulan Juni 2016 lalu. “Setiap petani memperoleh lahan garapan seluas 1.200 m2 dan sudah ditanami. Sebagian petani juga sudah menikmati hasil panen yang bagus,” jelas Yamashita saat menghadiri langsung kegiatan hari ini di Batang, Rabu (25/1) kemarin.

Yamashita menambahkan bahwa BPI berkomitmen mendukung pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program. Di antaranya memberikan pelatihan motivasi kewirausahaan seperti yang baru diimplementasikan dalam bentuk pemberian motivasi oleh pakar kewirausahaan di Jawa Tengah. “Sejak 2013, BPI telah aktif mendorong tumbuhnya Kelompok Usaha Bersama (KUB) di berbagai desa terdampak di sekitar area proyek PLTU Jawa Tengah yang saat ini berjumlah 122 KUB. Berbagai unit usaha digulirkan melalui KUB, di antaranya usaha jasa, makanan, jasa laundry, produksi, barang kerajinan, koperasi simpan pinjam serta lainnya,” tuturnya.

Selain untuk para petani, imbuhnya, BPI telah menjalankan berbagai program khusus untuk para nelayan seperti pemasangan rumah ikan yang berfungsi sebagai habitat buatan. Hal ini untuk memulihkan daerah penangkapan yang kurang produktif, sehingga dapat meningkatkan produksi perikanan secara berkelanjutan oleh nelayan.

Presiden Direktur BPI Takashi Irie menyampaikan harapannya agar berbagai program yang telah digagas dan dilaksanakan perusahaan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat. Program-program sosial tersebut dirancang sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah Batang dan sekitarnya. “Kami berharap keberadaan PLTU Jawa Tengah tidak hanya bermanfaat bagi pemenuhan energi nasional, namun juga dapat harmonis dan selaras dengan kemajuan masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya. (*/ida)