KENDAL—Warga Desa Kedungsari, Ngerjo dan Kedunggading mengeluhkan buruknya infrastruktur jalan yang melintas di Desa Kedungsari. Selain belum beraspal, kondisi jalan juga berlumpur dan licin. Sehingga membahayakan para pengendara jalan.

Ahmadi, warga Desa Kedungsari mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan jalan utama bagi warga tiga desa. Selama ini, sama sekali belum tersentuh perbaikan atau pengerasan jalan. “Lebih kurang delapan tahun ini, belum sama sekali tersentuh perbaikan,” katanya, Rabu (25/1) kemarin.

Jalan di sepanjang 2,5 kilometer ini merata rusak parah. Yakni tampak mulai dari batas Desa Kedunggading-Kedungasri hingga batas Desa Kedungasri-Ngerjo. “Warga harus hati-hati, apalagi saat musim hujan kondisi jalan penuh lumpur dan licin,” jelasnya.

Dengan kondisi sekarang ini, kerusakan jalan yang merata banyak sepeda motor yang kerap terperosok. Beberapa waktu lalu, ada petugas yang melakukan pengukuran, tetapi hingga sekarang belum pernah diperbaiki.

Kepala Desa Kedungasri, Achmat Supriyanto, mengatakan bahwa ruas jalan yang rusak panjangnya sekitar 2,5 kilometer. Jalan itu merupakan akses utama pengubung antar desa.”Jalan tersebut merupakan satu-satunya jalur bagi warga untuk keluar masuk desa,” katanya.

Ia membenarkan jika jalan rusak sudah berlangsung sekitar delapan tahun dan belum pernah dilakukan perbaikan. “Saya sudah melaporkan kondisi jalan rusak itu ke kecamatan maupun dinas terkait. Jalan itu merupakan jalan kabupaten, sehingga wewenangnya ada di pemkab,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu penyebab jalan rusak, karena kerap dilalui dum truk pengangkut galian C. Truk tersebut memuat tanah galian dari pembangunan embung yang ada di sebelah barat pintu air masih di desa tersebut. “Tidak sedikit warga yang mengeluh kepada saya soal jalan rusak ini,” paparnya.

Sekdes Kedungasri, Sanuri, menambahkan, saat musim panas jalan penuh debu, sehingga mengganggu pernafasan. Sedangkan paska hujan jalan berlumpur berubah menjadi seperti arena offroad.

Dikatakan, sudah banyak pengguna jalan termasuk warga yang mengendarai sepeda motor terperosok ke lumpur maupun masuk ke saluran irigasi di tepi sisi jalan tersebut.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal Winarno, mengatakan bahwa jalan rusak tersebut sudah dianggarkan dalam APBD Kendal 2017. Ruas jalan akan dibeton dengan nilai anggaran Rp 3 miliar. “Masuknya pekerjaan peningkatan jalan tahap dua dengan ruas Mojo-Kedungasri,” tuturnya. (bud/ida)