33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Imlek Dongkrak Kunjungan Wisata

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Perayaan Imlek, merupakan salah budaya yang harus dilestarikan. Banyaknya masyarakat yang mengunjungi event Pasar Semawis yang tengah digelar di Semarang, menunjukkan rasa persaudaraan dan kebersamaan.

“Sama seperti hari raya Idul Fitri semua masyarakat ikut terlibat, dan semua ikut libur untuk merayakan bersama,” jelas Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat, saat mengunjungi Pasar Semawis, kemarin.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Sido Muncul sangat antusias untuk meramaikan pasar Semawis dengan membuka stan Tolak Angin. Menurut Irwan dengan banyaknya masyarakat yang mengunjungi pasar Semawis, ia meminta para pengusaha ikut  mendorong pemerintah Jawa Tengah, khususnya Semarang menggerakan sektor pariwisata untuk menggeliatkan kembali kondisi ekonomi yang belakangan ini tengah lesu.  “Lihat saja banyak masyarakat dari berbagai etnis ikut meramaikan Imlek. Saya optimis dengan geliat wisata seperti ini target kunjungan wisata 20 juta orang di tahun 2019 akan tercapai. Saat ini tingkat kunjungan wisata di Indonesia baru 10 juta, kalah dibanding Singapura yang telah mencapai 17 juta,” ujarnya.

Menurutnya Semarang memiliki potensi pariwisata cukup besar dengan  masyarakat majemuk yang multikultural. Keberagaman itu misalnya tercermin dalam perayaan imlek atau tradisi keagaman lain.

Keragaman budaya ini sejatinya jika dimanfaatkan serius justru bisa menjadi peluang menumbuhkan ekonomi khususnya dari sektor pariwisata. Bahkan dampaknya bisa lebih cepat terasa dibanding upaya bisnis lain. “Kebudayaan merupakan kekayaan Indonesia, sayang bila tidak dimanfaatkan sebab multiplier effect dari bisnis di sektor pariwisata sangar luas,” tambahnya.

Bagi kalangan pengusaha, menurutnya, dengan ikut terlibat dalam membangkitkan geliat  pariwisata, otomatis akan meningkatkan penjualan dan ini akan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Saya yakin bila semua pengusaha di Semarang ikut mendiorong pariwisata, pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 1000 persen,” tegasnya. (tya/smu)

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

3 Anak Macan Tambah Koleksi Bonbin

SEMARANG - Pasangan harimau bernama Kliwon (jantan berusia 7 tahun) dan Rengganis (betina berusia 8 tahun) melahirkan tiga anak harimau (macan) menggemaskan di Kebun...

Ditreskrimsus Sita Ribuan Garam Ilegal

SEMARANG - Ribuan kemasan garam ilegal disita aparat Ditreskrimsus Polda Jateng. Garam yang diproduksi di wilayah Juwana, Kabupaten Pati, tersebut tidak memiliki izin edar...

Rektor Tunggu Hasil Investigasi Komite Etik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Prof Yos Johan Utama mengklaim pihaknya masih mengawal dan menunggu hasil penelusuran, verifikasi, dan rekomendasi yang saat...

Deklarasi Tidak BAB Sembarangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kecamatan Gunungpati, Semarang, menjadi kecamatan pertama yang mendeklarsikan diri untuk memerangi buang air besar (BAB) sembarangan, atau yang disebut Open Defecation...

Wahyu Dulang Prestasi Internasional

SEMARANG - Karateka asal Jawa Tengah (Jateng) Wahyu Mukti kembali meraih prestasi di ajang Internasional setelah berada di peringkat kedua ajang World Karate Federation (WKF) Championship yang...

Ayo Obah, Program OK OCE Ala Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno akan menularkan jurus gerakan OK OCE Jakarta untuk masyarakat Jawa Tengah. Program yang bertujuan...