SEMARANG – Perayaan Imlek, merupakan salah budaya yang harus dilestarikan. Banyaknya masyarakat yang mengunjungi event Pasar Semawis yang tengah digelar di Semarang, menunjukkan rasa persaudaraan dan kebersamaan.

“Sama seperti hari raya Idul Fitri semua masyarakat ikut terlibat, dan semua ikut libur untuk merayakan bersama,” jelas Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat, saat mengunjungi Pasar Semawis, kemarin.

Seperti tahun-tahun sebelumnya Sido Muncul sangat antusias untuk meramaikan pasar Semawis dengan membuka stan Tolak Angin. Menurut Irwan dengan banyaknya masyarakat yang mengunjungi pasar Semawis, ia meminta para pengusaha ikut  mendorong pemerintah Jawa Tengah, khususnya Semarang menggerakan sektor pariwisata untuk menggeliatkan kembali kondisi ekonomi yang belakangan ini tengah lesu.  “Lihat saja banyak masyarakat dari berbagai etnis ikut meramaikan Imlek. Saya optimis dengan geliat wisata seperti ini target kunjungan wisata 20 juta orang di tahun 2019 akan tercapai. Saat ini tingkat kunjungan wisata di Indonesia baru 10 juta, kalah dibanding Singapura yang telah mencapai 17 juta,” ujarnya.

Menurutnya Semarang memiliki potensi pariwisata cukup besar dengan  masyarakat majemuk yang multikultural. Keberagaman itu misalnya tercermin dalam perayaan imlek atau tradisi keagaman lain.

Keragaman budaya ini sejatinya jika dimanfaatkan serius justru bisa menjadi peluang menumbuhkan ekonomi khususnya dari sektor pariwisata. Bahkan dampaknya bisa lebih cepat terasa dibanding upaya bisnis lain. “Kebudayaan merupakan kekayaan Indonesia, sayang bila tidak dimanfaatkan sebab multiplier effect dari bisnis di sektor pariwisata sangar luas,” tambahnya.

Bagi kalangan pengusaha, menurutnya, dengan ikut terlibat dalam membangkitkan geliat  pariwisata, otomatis akan meningkatkan penjualan dan ini akan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Saya yakin bila semua pengusaha di Semarang ikut mendiorong pariwisata, pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh 1000 persen,” tegasnya. (tya/smu)