Antisipasi Antraks, Perketat Periksa Ternak

338

SALATIGA – Dinas Pertanian (Dispertan) Kota Salatiga perketat pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak warga. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran serta penularan penyakit antraks dari hewan ke manusia.

Kepala Dispertan Kota Salatiga Musta’in Suraji menjelaskan, selama ini di kota Salatiga belum pernah terjadi kasus antraks. Meski demikian, Dispertan tetap melakukan langkah antisipasi agar penyebaran bakteri antraks tidak masuk ke wilayah Salatiga.

Pihaknya telah melakukan pengawasan pada hewan ternak secara rutin. “Meski demikian, kami tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi penyebaran antraks,” terang Musta’in, Rabu (25/1).

Menurut dia, masyarakat tidak perlu khawatir menyusul adanya kasus antraks di Kabupaten Kulon Progo, Joggakarta. Dispertan telah melakukan langkah pencegahan penyebaran penyakit tersebut.

Sejumlah kegiatan telah dilakukan. Diantaranya adalah memperketat distribusi dan pengawasan hewan yang akan dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Salatiga. Selain itu, juga memperketat pemeriksaan daging hewan yang dijual di sejumlah pasar di Salatiga.

“Kami terus melakukan sosialisasi secara rutin mengenai kesehatan hewan kepada para peternak. Dinas juga mengimbau para peternak untuk senantiasa menjaga kesehatan hewan peliharaannya,” tandasnya.

Kabag Humas Setda Kota Salatiga Sri Satuti mengimbau kepada masyarakat jangan asal-asalan dalam membeli daging sapi atau kambing agar tidak tidak keliru membeli daging yang tidak layak konsumsi. Pasalnya, daging yang tidak layak konsumsi seperti gelonggongan atau mengandung bakteri antraks terlihat secara kasat mata. Ciri–ciri daging yang mengandung bakteri anthrak antara lain warnanya tidak cerah dan baunya anyir atau amis. (sas/ton)