26 C
Semarang
Senin, 16 Desember 2019

Tiga Pengoplos Gas Elpiji Dibekuk

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi'...

Ultra Super

Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang...

BATANG-Kepolisian Resor (Polres) Batang berhasil membekuk tiga pelaku pengoplos gas. Tiga tersangka yang ditangkap polisi, adalah Komet Romadhon, 24, warga Kecamatan Tulis; Partono, 45, dan Teguh Prayitno, 34, keduanya warga Kecamatan Limpung.

Dari tangan pelaku turut diamankan barang bukti berupa 52 tabung elpiji berukuran 12 kg, 177 elpiji berukuran 3 kg, 10 selang regulator, 23 potongan bambu kecil, dan satu unit mobil pikap G 1743 ML untuk mengangkut hasil kejahatan ke konsumen.

Kapolres Batang, AKBP Juli Agung Pramono menjelaskan bahwa terungkapnya kasus itu berawal dari adanya informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas tiga pelaku yang melakukan pemindahan elpiji ukuran 3 kilogram ke dalam elpiji ukuran 12 kilogram. Polisi yang menerima informasi tersebut, kemudian melakukan penyelidikan, dan memang mendapati tiga pelaku sedang mengoplos elpiji. “Kami menangkap pelaku sudah beberapa waktu kemarin. Namun untuk pengembangan, baru kami buka hari ini,” jelas Kapolres.

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, didapat bahwa elpiji bersubsidi ukuran 3 kg, diperoleh dari Andi, warga Kabupaten Pemalang, seharga Rp 15.500 per tabung. Dari hasil mengumpulkan dari agen-agen kecil. Setalah membeli ratusan tabung, kemudian oleh pelaku dioplos ke dalam elpiji ukuran 12 kilogram dengan cara empat tabung kecil untuk satu tabung 12 kg. Kemudian tersangka menjual elpiji 12 kilogram kepada konsumen Rp 110 ribu per tabung.
“Tersangka mampu menjual elpiji oplosan itu sebanyak 80 tabung per minggu dengan keuntungan Rp 3.840.000,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas bumi dengan ancaman hukuman enam tahun penjara serta denda Rp 60 miliar dan UU nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.

Salah satu tersangka, Komet saat dikonfirmasi membenarkan modus kejahatan yang dilakukannya. Mereka mengambil tabung melon 3 kg di Pemalang. “Sebenarnya, kami hanya meneruskan usaha bos saya. Karena dipenjara atas kasus lain, kami yang mengerjakannya. Semua jaringan juga berasal dari dia termasuk pasokan dari Pemalang,” jelasnya panjang lebar.

Mereka bisa mengerti teknik mengoplos juga dari bosnya tersebut. Serta hasil dari oplosan selama ini, memang lebih banyak dipasarkan ke Kendal, dibanding Batang. Karena pasarnya sudah berjalan selama ini. Selama bekerja dari Agustus 2016 hingga awal tahun 2017, ketiga pelaku mendapat bayaran, bukan bagi hasil. Sehingga semua roda bisnis ada yang mengatur. “Saya menyesal pak kerja begini. Kami juga kapok, ke depan tidak mau mengulanginya lagi,” ucapnya sambil mencium tangan petugas setelah dimintai keterangan media. (han/ida)

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

PKL Kucing-Kucingan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang menertibkan pedagang sayuran dan gorengan...

Sumbang Rp 1 M, Parkir Tak Ditata

SALATIGA–Sektor parkir mampu menyumbang hingga Rp 1 miliar pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Salatiga. Pendapatan parkir tersebut, terbesar dari total pendapatan Dinas Perhubungan...

Tiga Pria Ngamuk di Mal Paragon

SEKAYU - Suasana pameran di Mal Paragon Jalan Pemuda Semarang, mendadak tegang. Tiga pria tak dikenal tiba-tiba mengamuk di sebuah stan salah satu peserta...

Pengusung Musorprovlub Masih 30 Anggota

SEMARANG - Hingga saat ini, sudah ada 30 organisasi olahraga anggota KONI Jateng, terdiri atas 17 pengprov cabor dan badan fungsional serta 13...

More Articles Like This