33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Rp 438 Juta untuk Guru PAUD

Another

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

MUNGKID— APBD Kabupaten Magelang menganggarkan Rp 438 juta untuk membantu transportasi guru PAUD. Mereka akan menerima bantuan Rp 150 ribu per bulan.

“Jumlahnya memang belum ideal. Tapi karena Pemkab belum bisa menganggarkan intensif bagi guru maka kita tambah alokasinya dengan asumsi penambahan guru PAUD penerima bantuan ini,” kata Ketua Komisi IV DPRD M Adib, kemarin.

Adib mengatakan penambahan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pengajar PAUD di Kabupaten Magelang. Mengingat banyak status pengajar PAUD yang belum jelas. “Ini sebagai bentuk perhatian kepada para pengajar PAUD,” paparnya.

Apalagi, dia melihat banyak guru PAUD yang belum mendapatkan penghasilan yang layak. Bahkan, ada yang berjuang tanpa mendapatkan gaji bertahun-tahun.

Dalam Badan Anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayan awalnya mengajukan anggaran Rp 225 juta. Jumlah itu dinilai kurang sehingga ditambah Rp 213 juta.

“Kita setuju memberikan tambahan anggaran karena ini sangat penting dan bisa dirasakan manfaatnya oleh para guru,” kata Suyanti anggota Komisi IV.

Dengan bertambahnya anggaran ini, katanya, jumlah guru PAUD penerima manfaat ini juga bertambah. “Setiap bulan guru PAUD akan mendapatkan bantuan transportasi sebesar Rp 150 ribu per bulan,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sragen pada 2017 ini menganggarkan dana sebesar Rp 239 miliar untuk tunjangan sertifikasi guru. Anggaran tersebut akan dibayarkan untuk guru TK hingga SMP yang telah lulus sertifikasi. Sedangkan untuk guru SMA/SMK sudah diambil alih Pemprov Jawa Tengah.

Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen Sunari menjelaskan, anggaran sebesar Rp 38 miliar di antaranya berada di rekening kas daerah (kasda) sebagai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2016. Sedangkan Rp 201 miliar sisanya menunggu pencairan dari pusat yang biasanya disesuaikan dengan termin pencairan.

“Dana sejumlah itu nantinya akan diproyeksikan membayar tunjangan sertifikasi sekitar 4.547 guru dan pengawas TK hingga SMP. Sedangkan untuk pengawas SMA/SMK dan guru SMA/SMK nantinya sudah dibayarkan oleh Pemprov Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sunari menambahkan tunjangan dibayarkan setiap triwulan, mengacu pada triwulan terakhir 2016. Pertriwulan kebutuhan anggarannya sekitar Rp 53,7 miliar. (vie/jpg/lis)

Latest News

Didi Kempot Itu Nganggo Rasa dalam Memilih Kata (17)

Didi Kempot berperan penting melambungkan musik campursari serta meluaskan pemakaian bahasa Jawa, khususnya ngoko. ”Koder” dalam Sekonyong-konyong Koder contoh...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

More Articles Like This

Must Read

BNN Amankan Pengedar Pil Excimer 

KENDAL—Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendal melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap peredaran obat-obatan terlarang di Kaliwungu.  Dalam OTT tersebut petugas BNN berhasil menciduk satu...

200 Calon Advokat Peradi Ikuti PKPA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar ujian advokat serentak di 34 kota di Indonesia, termasuk DPC Peradi Semarang. Total, peserta ujian secara nasional ada...

Media Ponsel, Tingkatkan Keterampilan Berbicara

AKTIVITAS berbahasa Inggris melalui keterampilan berbicara masih dirasa kurang dilakukan oleh peserta didik. Tingkat kemampuan peserta didik selama ini cenderung kurang maksimal. Salah satu...

Gedung SD dan Kantor Kelurahan Terendam

SEMARANG - Banjir masih terus menghantui Kota Semarang. Tak hanya merendam jalan dan permukiman warga, tapi juga gedung sekolah dan kantor pemerintahan. Salah satunya ...

MAJT Gelar Nuzulul Quran

RADARSEMARANG.COM - AHAD, 3 Mei 2018 atau malam ke-19 Ramadhan pukul 20.00 (Ba’da Salat Tarawih) Masjid Agung Jawa Tengah mengadakan Pengajian Nuzulul Qur’an dengan...

19 Komunitas Bersinergi Tangani Banjir dan Rob

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Persoalan rob di Pekalongan menjadi perhatian sejumlah kalangan. Tak terkecuali 19 komunitas dari berbagai kota yang ikut andil memikirkan penanganan rob...