SEMARAK: Warga berfoto di bawah gemerlap lampion saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2568/2017 di kawasan Pecinan tadi malam. (kanan) Para tamu undangan saat makan bersama di meja panjang atau Tok Panjang. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
SEMARAK: Warga berfoto di bawah gemerlap lampion saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2568/2017 di kawasan Pecinan tadi malam. (kanan) Para tamu undangan saat makan bersama di meja panjang atau Tok Panjang. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SEMARANG – Tradisi Tok Panjang atau jamuan makan bersama di meja panjang kembali digelar saat pembukaan Pasar Imlek Semawis (PIS) 2568/2017, Selasa (24/1) tadi malam. Acara tahunan yang kali ini mengambil tema ”Obar-Abir” ini  digelar oleh Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) hingga 26 Januari besok.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka event tersebut mengatakan, agenda libur tahun baru Imlek dimulai sejak 2003 saat era Presiden Megawati. Saat ini telah dirayakan tidak hanya oleh warga Tionghoa, tapi juga oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Hendi –sapaan akrabnya—menilai, acara Tok Panjang yang sudah dua kali digelar dalam Pasar Imlek Semawis tersebut, filosofinya kurang lebih seperti Lebaran. Yakni, kumpul bareng bersama sanak saudara dan makan-makan.

”Jadi intinya kebersamaan. Kebersamaan ini perlu dirawat dengan saling menghormati dan menghargai,” katanya di sela-sela acara yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Ketua Kopi Semawis Haryanto Halim dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Haryanto Halim mengatakan, acara Tok Panjang merupakan sebuah pesta berbasis di jalan di mana segala komunitas, suku, ras bisa berinteraksi secara bebas. Kegiatan tersebut juga kali pertama yang menggelar Semarang. Kementerian Pariwisata bahkan telah manjadikan Pasar Imlek Semawis sebagai salah satu agenda wisata di Indonesia.

”Kita tetap mengusung tema keberagaman. Karena Tok Panjang terbukti mendukung interaksi di antara peserta yang datang, masyarakat Semarang meyakini keberagaman adalah keniscayaan atau hukum alam,” ujarnya.

Dijelaskan, tema PIS, ”Obar-Abir” juga mendalam maknanya. Artinya, warna-warni kebinekaan dalam satu kesatuan yang wajib didukung semua pihak. Harapannya, selalu diwarnai keharmonisan dalam kehidupan di tahun ayam api mendatang.

Tema ini juga menjadi acuan untuk menu yang disajikan dalam Tok Panjang. Menu tersebut di antaranya lunpia cap go meh, sup shanghai, nasi ayam hainan, brokoli jamur tungku, es klengkeng bak, jajan pasar obar-abir dan lainnya,” tandasnya. (dit/aro/ce1)