33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Kasi Belanja Bapenda Diperiksa

Skandal Korupsi BRT

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

”BRT itu disewakan tidak sesuai ketentuan. Operasional itu dibebankan kepada pemkot. Terperiksa menyampaikan kalau sudah membayar tagihan (operasional).” AKBP Wiyono Eko Prasetyo,Kasat Reskrim Polrestabes Semarang

SEMARANG – Penyidikan dugaan korupsi penyewaan 8 Bus Rapid Transit (BRT) Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang terus berlanjut. Yang terbaru, penyidik Polrestabes Semarang kemarin (24/1) memeriksa Kepala Seksi (Kasi) Belanja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Chandra. Dia menjalani pemeriksaan selama dua jam.

”Diperiksa tadi (kemarin) mulai pukul 13.00 sampai 15.00,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Kasi tersebut diperiksa secara intensif oleh penyidik terkait kasus pengoperasian 8 unit BRT hibah Pemprov Jateng di Koridor III dan IV. Pengoperasian tersebut berlangsung dua bulan pada September dan Oktober 2016 lalu. Namun pengoperasian delapan BRT itu diduga tidak sesuai ketentuan.

”BRT itu disewakan tidak sesuai ketentuan. Operasional itu dibebankan kepada pemkot. Terperiksa menyampaikan kalau sudah membayar tagihan (operasional),” jelasnya.

Eko juga mengaku telah memanggil mantan Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Agus Harmunanto, Minggu (22/1) lalu. Agus menjalani pemeriksaan kurang lebih 5 jam mulai pukul 09.00 hingga 14.00. Dia dicecar sebanyak 38 pertanyaan.

”Pengakuannya (Agus Harmunanto) tidak menerima pemberitahuan dari Kepala BLU (Joko Umboro Jati). Menurut dia, itu merupakan kewenangan Kepala BLU yang diatur dalam Peraturan Wali Kota. Ya, sah-sah saja pengakuan itu,” kata mantan Wakapolres Grobogan ini.

Kasubnit II Tipikor Polrestabes Semarang, Aiptu Arief Setiawan, menjelaskan, keterangan Agus Harmunanto nantinya akan terus didalami dan dilakukan pengembangan. Pihaknya juga berencana melakukan audit di tubuh BLU.

”Kami akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit. Hingga kini jumlah saksi yang diperiksa ada tujuh orang,” jelasnya.

Terkait jadwal pemanggilan mantan Kepala BLU Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, Arief mengaku akan memanggil secepatnya. ”Ya secepatnya, dalam waktu dekat ini,” katanya.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi di tubuh BLU Trans Semarang ini terungkap setelah Kepala BLU Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Agung Nurul Falaq Adi Wibowo melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Sesuai surat laporan atau pengaduan nomor Rekom /16/1/2017/SPKT/RES TBS SMG disebutkan kasus tersebut terjadi di Terminal Mangkang. Waktu kejadian pada September-Oktober 2016. Modus operandinya pelaku menyewakan 8 unit bus BRT selama dua bulan senilai Rp 200 juta. Bus tersebut dioperasikan tanpa izin di Koridor III dan IV. (mha/aro/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bersaing di Pasar TV Layar Besar

SEMARANG - Setelah meluncurkan TV pintar (Smart TV)  L5650  PT. Toshiba Visual Media Network Indonesia (PT. TVMI) kembali menghadirkan produk terbarunya. Kali TV layar...

Melangitkan Doa untuk Darmanto Jatman

RADARSEMARANG.COM - KEPERGIAN begawan sastra asal Semarang, Darmanto Jatman, untuk selama-lamanya masih menyisakan duka mendalam bagi para seniman. Sebab, Tak hanya Semarang, bahkan Indonesia...

Dorong Orang dari Zero to Hero

MEMOTIVASI orang dan butuh motivasi dari orang, semula tuntutan pekerjaan. Tapi orang nomor satu di PT Rifan Financindo Berjangka Cabang Semarang, Syaiful Bachri, sekarang...

Kejurkab Seri Kedua Gelar 12 Partai Pertandingan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Para atlet bulutangkis di Kabupaten Wonosobo bakal berlaga dalam kejuaraan bertajuk Djarum Foundation Kejurkab PBSI Cup XVI Wonosobo, yang mulai digelar...

Sengon 1 Triliun

Sepele sekali. Kelihatannya. Hanya gara-gara satu pohon sengon. Listrik seluruh Jakarta padam. Juga Jabar. Dan sebagian Jateng. Minggu-Senin lalu. Pohon sengonnya ada di Desa...

Tiga Pasar Tradisional Dalam Pantauan

DEMAK- Dinas Perdagangan Pemkab Demak beregrak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas). Bahkan, pantauan dilakukan setiap hari. Kemarin, Kepala Dinas Perdagangan Siti...