Kasi Belanja Bapenda Diperiksa

Skandal Korupsi BRT

729
Wiyono Eko Prasetyo (ISTIMEWA)
Wiyono Eko Prasetyo (ISTIMEWA)

”BRT itu disewakan tidak sesuai ketentuan. Operasional itu dibebankan kepada pemkot. Terperiksa menyampaikan kalau sudah membayar tagihan (operasional).” AKBP Wiyono Eko Prasetyo,Kasat Reskrim Polrestabes Semarang

SEMARANG – Penyidikan dugaan korupsi penyewaan 8 Bus Rapid Transit (BRT) Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang terus berlanjut. Yang terbaru, penyidik Polrestabes Semarang kemarin (24/1) memeriksa Kepala Seksi (Kasi) Belanja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Chandra. Dia menjalani pemeriksaan selama dua jam.

”Diperiksa tadi (kemarin) mulai pukul 13.00 sampai 15.00,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Kasi tersebut diperiksa secara intensif oleh penyidik terkait kasus pengoperasian 8 unit BRT hibah Pemprov Jateng di Koridor III dan IV. Pengoperasian tersebut berlangsung dua bulan pada September dan Oktober 2016 lalu. Namun pengoperasian delapan BRT itu diduga tidak sesuai ketentuan.

”BRT itu disewakan tidak sesuai ketentuan. Operasional itu dibebankan kepada pemkot. Terperiksa menyampaikan kalau sudah membayar tagihan (operasional),” jelasnya.

Eko juga mengaku telah memanggil mantan Kepala Dishubkominfo Kota Semarang Agus Harmunanto, Minggu (22/1) lalu. Agus menjalani pemeriksaan kurang lebih 5 jam mulai pukul 09.00 hingga 14.00. Dia dicecar sebanyak 38 pertanyaan.

”Pengakuannya (Agus Harmunanto) tidak menerima pemberitahuan dari Kepala BLU (Joko Umboro Jati). Menurut dia, itu merupakan kewenangan Kepala BLU yang diatur dalam Peraturan Wali Kota. Ya, sah-sah saja pengakuan itu,” kata mantan Wakapolres Grobogan ini.

Kasubnit II Tipikor Polrestabes Semarang, Aiptu Arief Setiawan, menjelaskan, keterangan Agus Harmunanto nantinya akan terus didalami dan dilakukan pengembangan. Pihaknya juga berencana melakukan audit di tubuh BLU.

”Kami akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit. Hingga kini jumlah saksi yang diperiksa ada tujuh orang,” jelasnya.

Terkait jadwal pemanggilan mantan Kepala BLU Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Joko Umboro Jati, Arief mengaku akan memanggil secepatnya. ”Ya secepatnya, dalam waktu dekat ini,” katanya.

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi di tubuh BLU Trans Semarang ini terungkap setelah Kepala BLU Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Agung Nurul Falaq Adi Wibowo melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Sesuai surat laporan atau pengaduan nomor Rekom /16/1/2017/SPKT/RES TBS SMG disebutkan kasus tersebut terjadi di Terminal Mangkang. Waktu kejadian pada September-Oktober 2016. Modus operandinya pelaku menyewakan 8 unit bus BRT selama dua bulan senilai Rp 200 juta. Bus tersebut dioperasikan tanpa izin di Koridor III dan IV. (mha/aro/ce1)