BATANG-Meski beberapa waktu lalu puluhan warung remang-remang yang ada di jalur Pantura Batang sudah ditertibkan, tidak lantas penjualan minuman keras (miras) tutup semua. Terbukti, masih banyak cafe karaoke yang menyediakan miras, meski larangannya tegas dan jelas.

Sebagaimana hasil razia di beberapa cafe karaoke dan warung remang-remang yang diduga menyediakan miras, yang dilakukan jajaran Sat Sabhara dan Sat Narkoba Polres Batang menjelang pelaksanaan Pemilukada Batang 15 Pebruari mendatang. Hasilnya, petugas berhasil menyita puluhan miras berbagai jenis, di antaranya ciu, AO, minuman luar, vodka dan berbagai jenis lainnya.

Kasat Sabhara Polres Batang AKP H Sukono, menyampaikan bahwa operasi pekat ini dilaksanakan dalam rangka menciptakan kondusivitas menjelang pelaksanaan Pilkada Pebruari mendatang. Sasarannya sejumlah tempat hiburan dan lokalisasi terselubung yang ada di Kabupaten Batang.

“Razia pekat ini dalam rangka cipta kondisi dengan sasaran orang, miras, obat terlarang dan senjata tajam. Operasi dititikberatkan pada tempat hiburan dan lokalisasi,” jelas Sukono.

Dikatakannya, Lokalisasi Jentolsari sendiri beberapa waktu lalu sudah ditertibkan oleh petugas gabungan, namun masih ada warung dan tempat hiburan yang menjual miras. Hal itu diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat yang mengatakan jika di wilayah Batang masih banyak penjual miras.
Pelaksanaan razia itu sendiri berhasil menyita puluhan miras berbagi merek dan jenis dari warung serta tempat hiburan cafe karaoke. Nantinya, para pemilik warung dan cafe yang menjual miras tersebut akan dikenakan tindak pidana ringan karena telah menyediakan miras. Sedangkan puluhan miras tersebut akan dimusnahkan.

“Sudah jelas miras ini dilarang pemerintah, namun masih banyak yang menjual. Sehingga kami tegas melakukan razia, apalagi menjelang Pilkada, wilayah Kabupaten Batang harus kondusif,” tegasnya.

Diharapkan kepada pemilik maupun pengelola serta warung di seluruh Kabupaten Batang tidak menjual miras, apalagi saat ini menjelang Pilkada. “Jika memang ada yang mengetahui hal tersebut, diharapkan masyarakat langsung melaporkan pada pihak berwajib,” tandasnya. (mg20/ida)