Belum Setahun Dibangun, Jalan Sudah Rusak

565

KAJEN-Jalan utama yang menghubungkan Desa Wonokerto Kulon dan Wonokerto Wetan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, kondisinya sudah rusak parah. Padahal jalan tersebut belum ada setahun dibangun. Akibatnya akses jalan menuju pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, sulit dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

Jalan sepanjang 870 meter dengan lebar 6 meter terbuat dari paving tersebut, dibuat pada awal tahun 2016 dengan anggaran dari APBN. Kondisi sebelumnya sangat bagus dan itu merupakan satu-satunya jalan menuju ke TPI Wonokerto dan Pelabuhan. Namun karena jalan tersebut kini rusak parah, pedagang dan nelayan yang hendak menuju TPI, harus memutar melalui Desa Pecakaran, bukan lagi melalui Desa Wonokerto Kulon.

Samsudin, 46, pengurus RT 03 Desa Wonokerto Kulon, mengungkapkan bahwa jalan utama Desa Wonokerto Kulon dan Wetan, merupakan jalan paving yang paling bagus di Kecamatan Wonokerto. Namun belum ada setahun dibangun, kini sudah rusak.

Menurutnya, jalan tersebut rusak sejak adanya pembangunan betonisasi yang ada di ujung jalan Desa Wonokerto Kulon dan Wetan. Setiap hari jalanan tersebut, dilalui truk pembawa material beton yang bertonase di atas 70 ton. “Sejak adanya pembangunan betonisasi, kondisi jalan Desa Wonokerto Kulon dan Wetan ini langsung rusak,” ungkap Samsudin.

Samsudin juga mengatakan bahwa pihak desa, sebelumnya sudah menegur rekanan proyek betonisasi untuk memperbaiki jalan yang telah rusak akibat dilalui oleh armada truk tersebut. Namun teguran itu tidak direspon, dengan alasan ada pembangunan jalan lain yang lebih utama.

Padahal, katanya, beberapa armada milik rekanan, sebelumnya pernah ditahan dan jalan diblokir. Saat itu, pihak rekanan bersedia memperbaiki jalan rusak yang dilalui oleh armadanya, dengan catatan proyek betonisasi selesai terlebih dahulu.

“Ternyata proyek betonisasi di Desa Wonokerto Wetan tidak selesai, rekanannya sudah kabur, jalan paving Desa Wonokerto Kulon dan Wetan pun rusak sampai sekarang. Jadi jalan rusak ini sudah lebih dari 7 bulan rusaknya,” kata Samsudin.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto Kulon, Widodo Sakur, sudah berulang kali melarang armada angkutan proyek melewati jalan paving Desa Wonokerto Kulon dan Wetan, karena jalan tersebut bisa rusak. Namun armada tersebut tetap melauli jalan paving Desa Wonokerto Kulon dan Wetan, meski bisa melalui jalan utama Desa Pecakaran yang kelas jalannya lebih baik dan lebar.

“Kondisi jalan paving Desa Wonokerto Kulon dan Wetan yang rusak ini, sudah berulang kali kami laporkan ke Pemkab Pekalongan. Kami berharap agar tahun 2017 ini, jalan paving diperbaiki. Kalau bisa dilakukan betonisasi saja, karena kondisi tanah tidak stabil,” tegas Sakur. (thd/ida)