33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Belum Setahun Dibangun, Jalan Sudah Rusak

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

KAJEN-Jalan utama yang menghubungkan Desa Wonokerto Kulon dan Wonokerto Wetan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, kondisinya sudah rusak parah. Padahal jalan tersebut belum ada setahun dibangun. Akibatnya akses jalan menuju pelabuhan dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, sulit dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

Jalan sepanjang 870 meter dengan lebar 6 meter terbuat dari paving tersebut, dibuat pada awal tahun 2016 dengan anggaran dari APBN. Kondisi sebelumnya sangat bagus dan itu merupakan satu-satunya jalan menuju ke TPI Wonokerto dan Pelabuhan. Namun karena jalan tersebut kini rusak parah, pedagang dan nelayan yang hendak menuju TPI, harus memutar melalui Desa Pecakaran, bukan lagi melalui Desa Wonokerto Kulon.

Samsudin, 46, pengurus RT 03 Desa Wonokerto Kulon, mengungkapkan bahwa jalan utama Desa Wonokerto Kulon dan Wetan, merupakan jalan paving yang paling bagus di Kecamatan Wonokerto. Namun belum ada setahun dibangun, kini sudah rusak.

Menurutnya, jalan tersebut rusak sejak adanya pembangunan betonisasi yang ada di ujung jalan Desa Wonokerto Kulon dan Wetan. Setiap hari jalanan tersebut, dilalui truk pembawa material beton yang bertonase di atas 70 ton. “Sejak adanya pembangunan betonisasi, kondisi jalan Desa Wonokerto Kulon dan Wetan ini langsung rusak,” ungkap Samsudin.

Samsudin juga mengatakan bahwa pihak desa, sebelumnya sudah menegur rekanan proyek betonisasi untuk memperbaiki jalan yang telah rusak akibat dilalui oleh armada truk tersebut. Namun teguran itu tidak direspon, dengan alasan ada pembangunan jalan lain yang lebih utama.

Padahal, katanya, beberapa armada milik rekanan, sebelumnya pernah ditahan dan jalan diblokir. Saat itu, pihak rekanan bersedia memperbaiki jalan rusak yang dilalui oleh armadanya, dengan catatan proyek betonisasi selesai terlebih dahulu.

“Ternyata proyek betonisasi di Desa Wonokerto Wetan tidak selesai, rekanannya sudah kabur, jalan paving Desa Wonokerto Kulon dan Wetan pun rusak sampai sekarang. Jadi jalan rusak ini sudah lebih dari 7 bulan rusaknya,” kata Samsudin.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto Kulon, Widodo Sakur, sudah berulang kali melarang armada angkutan proyek melewati jalan paving Desa Wonokerto Kulon dan Wetan, karena jalan tersebut bisa rusak. Namun armada tersebut tetap melauli jalan paving Desa Wonokerto Kulon dan Wetan, meski bisa melalui jalan utama Desa Pecakaran yang kelas jalannya lebih baik dan lebar.

“Kondisi jalan paving Desa Wonokerto Kulon dan Wetan yang rusak ini, sudah berulang kali kami laporkan ke Pemkab Pekalongan. Kami berharap agar tahun 2017 ini, jalan paving diperbaiki. Kalau bisa dilakukan betonisasi saja, karena kondisi tanah tidak stabil,” tegas Sakur. (thd/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kampanyekan Bahaya Seks Bebas dan Narkoba

DEMAK- Semangat ratusan pelajar ikuti karnaval HUT Kabupaten Demak ke-514 tak surut meski hujan lebat sempat mengguyur. Selain itu, karnaval yang bertajuk Gaul sehat tanpa...

Tinggal 4 Warga yang Produksi Batik

KOTA Semarang memiliki kampung pusat home industry batik, yakni Kampung Batik Gendong, Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur.  Kampung Batik ini berada disamping Bundaran Bubakan atau...

Bupati Baca Puisi di Malam Nisfu Sya’ban

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Ada yang berbeda di Taman Sari teras Pendopo bagian timur kemarin malam. Gema suara melengking dengan nada naik turun bersumber dari taman yang...

Sudirman Janjikan Dana Pendidikan Warga Miskin

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Anak-anak dari keluarga miskin tetap harus memiliki akses pendidikan. Pemerintah harus menyediakan anggaran yang cukup agar anak-anak tersebut bisa mengenyam pendidikan yang...

Kurir Sabu Dibekuk

SALATIGA - Polres Salatiga berhasil menangkap seorang kurir sabu - sabu yang beroperasi di Kota Salatiga, Jumat (24/11). Pelaku yang ditangkap adalah Rudy Harjianto...

Buat Sumur Bor, Titik Api Muncul

PURWOREJO—Pembuatan sejumlah titik sumur bor di areal persawahan di Desa Binangun, Kecamatan Butuh, menyebabkan munculnya semburan api pada Sabtu (2/12) sore. Tak pelak, kobaran...