SEMARANG – Volume pengiriman barang terus meningkat seiring dengan berkembangnya bisnis online. Sosialisasi terkait barang berbahaya, barang terlarang dan larangan terbatas terus dilakukan guna mengantisipasi penyalahgunaan jasa pengiriman.

Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah Tony Winarno mengatakan, ada tiga hal utama yang perlu diketahui para karyawan, kurir dan agen perusahaan jasa pengiriman. Yaitu kiriman barang berbahaya, kiriman barang terlarang, dan kiriman larangan terbatas.

Barang berbahaya meliputi semua barang yang menyebabkan kebakaran dan meledak. Sementara barang terlarang, adalah barang yang dilarang undang-undang seperti narkoba, senjata tajam dan lainnya. Adapun kiriman barang jenis larangan terbatas yakni barang bisa dikirim dengan mendapatkan izin dari balai karantina. Contohnya hewan yang bisa dikirim tapi harus mendapat lisensi dari balai karantina.

Menurutnya, pemahaman serta ketelitian para karyawan, kurir dan agen jasa pengiriman akan tiga hal tersebut sangat penting. “Perlu diingat, barang kiriman yang lolos saat pengecekan di perusahaan jasa pengiriman belum tentu lolos di Terminal Kargo bandara setempat. Makanya, materi ini sangat penting bagi kurir dan agen,” ujarnya di sela Seminar Safety Flight dan Dangerous Goods yang diselenggarakan di gedung JNE Cabang Utama Semarang, baru-baru ini. (dna/smu)