Anggaran Minim, Dewan Kecewa

Normalisasi Rawa Pening

374

SEMARANG – DPRD Jawa Tengah menyayangkan minimnya anggaran untuk normalisasi dan pembersihan enceng gondok di kawasan wisata Rawa Pening. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana ternyata hanya memberikan alokasi dana Rp 1,5 miliar.

Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, Kartina Sukawati mengatakan, dari luas Rawa Pening 2.670 hektare, sekitar 40 persen tertutup enceng gondok. Pertumbuhan enceng gondok yang cepat dan sedimentasi membuat penanganannya harus dipercepat. ”Kalau hanya Rp 1,5 miliar untuk pencegahan saja masih kurang,” katanya usai melakukan pemantauan pembersihan Rawa Pening.

Ia menambahkan, jika masalah itu tidak segera diatasi, Rawa Pening bisa menjadi daratan pada 2021. Padahal, sebenarnya potensi di Rawa Pening sangat besar dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Mulai dari pariwisata, pemberdayaan ikan sampai kerajinan. ”Harusnya anggaran ditambah. Apalagi itu merupakan kewenangan pusat semua,” tambahnya.

Kondisi Rawa Pening saat ini sangat kritis dan membutuhkan perhatian serius. Karena perkembangan enceng gondok sangat cepat. Kondisi itu masih diperparah dengan sedimentasi yang semakin memprihatinkan. Harusnya ada perhatian serius karena masyarakat banyak yang menggantungkan hidup dari Rawa Pening. ”Enceng gondok merupakan problem serius, karena pertumbuhannya 1 meter persegi per 52 hari. Jadi butuh penanganan yang berkelanjutan dan cepat,” tambahnya.

Pelaksana Harian Kepala BBWS Pemali-Juwana, Bambang Satoto mengatakan enceng gondok dapat mengurangi volume air. Untuk itu, Rawa Pening sebagai kawasan penampung air untuk irigasi dan PLTA perlu dibersihkan.

Ia menambahkan, kendala yang dihadapi saat ini yakni hanya ada 2 pasang mesin yang bekerja untuk membersihkan enceng gondok tersebut. Selain itu, dana operasional yang dimiliki terbatas, sehingga proses yang dilakukan tidak bisa lebih cepat. ”Anggaran terbatas, jadi ya dimaksimalkan untuk pembersihan enceng gondok,” tambahnya. (fth/ric/ce1)