Logistik Siap, Didistribusikan H-10

415

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah memastikan semua kebutuhan logistik untuk Pilkada 2017 di tujuh kabupaten/kota sudah siap. Seluruh kebutuhan logistik tersebut rencananya akan didistribusikan ke setiap tempat pemungutan suara (TPS) pada H-10 atau 5 Februari mendatang.

Kebutuhan logistik pilkada antara lain surat suara, kotak suara, tinta, dan formulir. Peranti tersebut, saat ini disimpan di gudang yang disewa masing-masing KPU kabupaten/kota yang akan menggelar pilkada agar pengamanannya bisa terpusat. ”Sampai hari ini (kemarin), hanya Kabupaten Cilacap dan Banjarnegara yang belum menerima surat suara,” kata Ketua KPU Jawa Tengah, Joko Purnomo, Senin (23/1).

Pihaknya berharap, dalam minggu ini, surat suara di dua wilayah tersebut bisa diselesaikan pihak percetakan di daerah Cikarang. Pengadaan surat suara ini, lanjutnya, dilakukan untuk mengantisipasi penyimpangan.

Terkait dengan masih adanya masyarakat yang belum masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) karena belum memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), Joko menyebutkan bahwa yang bersangkutan tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada pilkada mendatang.

”DPT sudah final, tapi masyarakat yang terdaftar namun belum punya e-KTP tetap bisa mencoblos pada hari H karena sudah teridentifikasi,” ujarnya.

Meski begitu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang belum masuk DPT di masing-masing daerah untuk melapor ke KPU agar segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil Jawa Tengah, Sudaryanto menambahkan, hingga penutup 2016 lalu, tercatat ada 574 ribu warga yang belum mendapatkan e-KTP. Paling banyak di Pemalang yang mencapai 95 ribu. Disusul Kabupaten Pekalongan 27 ribu warga, dan Rembang 19 ribu warga. Untuk yang sudah melakukan perekaman, ada 25.536.860 warga. Dari angka itu, yang belum mendapatkan blangko ada 1.415.139 warga. ”Kalau lelang blangko di pusat sudah dilakukan, maka bisa langsung dicetak dan dibagikan,” ujarnya.

Ditambahkan, daerah yang seluruh warganya sudah melakukan perekaman adalah Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Wonosobo, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Blora, Kudus, Jepara, Kendal, Kabupaten Tegal, Surakarta, Salatiga, dan Kota Pekalongan.

Sudaryanto meminta masyarakat untuk bersabar jika belum kebagian blangko e-KTP. Sebab, jumlah blangko yang disediakan pemerintah pusat sangat terbatas. Bahkan stok di 2017 ini sudah habis karena beberapa waktu lalu terjadi gagal lelang.

Bagi yang belum mendapat jatah blangko, Dukcapil akan memberikan surat keterangan (suket). Fungsi suket ini sudah seperti e-KTP. Bisa digunakan untuk keperluan administrasi di berbagai hal karena yang digunakan adalah nomor induk kependudukan (NIK).

”Termasuk data pemilih di daerah yang menggelar pilkada. Jadi, belum tersedianya blangko tidak bisa jadi alasan masyarakat untuk tidak melakukan perekaman e-KTP,” katanya. (amh/ric/ce1)