Air Masih Hitam, Ada Endapan

Ombudsman Tinjau Dugaan Pencemaran

377

SALATIGA-Tim investigasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah meninjau lokasi pencemaran limbah di seputar Kali Nobo, Kali Jetis, Patemon, Sanjaya sampai Kali Suruh yang terletak di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga. Pencemaran itu diduga berasal PT MAS Unit Patemon, Kabupaten Semarang yang merupakan perusahaan pengolah kayu sengon sebagai bahan setengah jadi papan triplek.

Saat ditinjau, air sungai masih terlihat hitam dan ada endapan hitam di pinggir sungai. Tapi bau sudah tidak begitu menyengat.

Investigasi dipimpin oleh Plt Kepala ORI Perwakilan Jateng Sabarudin Hulu didampingi dua asistennya, Dwi Retno Wulandari dan Bellinda, Mereka meminta klarifikasi langsung ke Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga Prasetyo Ichtiarto dan meninjau ke lokasi.

“Dari hasil wawancara kami, masyarakat setempat mengutarakan bahwa Kali Nobo hitam pekat yang diakibatkan limbah, tapi hitam pekatnya tidak setiap saat dan tidak setiap hari terjadi. Namun dalam seminggu jika air kali besar, airnya hitam pekat, dugaanya limbahnya tertahan dari hulu kemudian saat air mengalir, limbah tersebut terbawa ke hilir,” kata Sabarudin, Selasa (23/1).

Menyikapi permasalahan limbah tersebut, Sabarudin juga telah menyarankan Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga untuk segera berkoordinasi dengan Pemkab Semarang, termasuk bersama warga setempat memeriksa limbah di Kali Nobo dan sekitarnya. Pihaknya juga memastikan segera meminta keterangan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Semarang, yang selanjutnya meminta keterangan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jateng.

“Nanti akan kami koordinasikan, bagaimanapun limbah di Kali Nobo dan sekitar tersebut terjadi di perbatasan, maka dari itu Pemprov Jateng jelas memiliki kewenangan untuk mengoordinasikan penyelesaian,” ungkapnya.

Sabarudin menyatakan, seharusnya perlu ada pengawasan yang maksimal dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Salatiga dalam mencegah pencemaran lingkungan hidup sebagai akibat dari limbah perusahaan. “Selain itu, perlunya melakukan peningkatan koordinasi dengan kabupaten atau kota terkait, kalau memang sumber limbah dari perusahaan yang berdomisili di luar kewenangan pengawasannya,” jelasnya.

Sementara Prasetyo menerangkan bahwa Pemkot Salatiga sudah mengambil sampel air Kali Nobo untuk diuji laboratorium. Tujuan untuk mencari tahu apakah memang terjadi pencemaran atau tidak. Namun demikian, Pemkot Salatiga memang belum berkoordinasi dengan Pemkab Semarang terkait limbah tersebut.

“Senin minggu lalu sudah dilakukan, namun kondisi air Kali Nobo masih jernih sehingga tidak dapat disimpulkan terjadi pencemaran atau tidak atas limbah tersebut. Bagaimanapun untuk mengetahui dilanggar atau tidaknya perundang-undanganan, maka perlu melihat dokumen izin perusahaan, apa saja yang menjadi kewajibannya. Tapi karena PT MAS posisinya di Kabupaten Semarang, maka dokumen tersebut jelas di Pemkab Semarang,” jelasnya. (jks/ton)