PEKALONGAN – Pendapatan Bulan Dana PMI Kota Pekalongan tahun 2016 tercatat Rp 468.547.000 dari target Rp 425 juta, sehingga waktu pelaksanaan tak perlu diperpanjang. Dana tersebut, nantinya akan digunakan untuk operasional PMI. Diantaranya operasional bulan dana maksimal 10 persen dengan pembagian 5 persen untuk jasa penghimpunan.

Hasil bersihnya, kemudian dibagi kembali sebesar 10 persen untuk PMI Jawa Tengah, dan 90 persen lainnya untuk PMI Kota Pekalongan. Selain itu, menurut Wakil Ketua II PMI Kota Pekalongan, Maryono, dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan mulai dari pembinaan generasi muda seperti PMR dan KSR. Serta untuk penanggulangan bencana sebesar 15 persen baik lokal, regional hingga nasional. “PMI akan saling support dana bagi daerah yang terkena bencana dari hasil pengumpulan Bulan Dana ini,” katanya.

Ia menambahkan, tak ada kendala khusus dalam penggalangan Bulan Dana PMI tahun ini. Meskipun ia mengakui jumlahnya sudah diatas target, namun hasilnya tidak sebesar tahun lalu. “Mungkin faktor ekonomi masyarakat yang lagi rendah, apalagi sekarang apa-apa mahal. Sehingga buat amal ya seadanya dan semampunya,” terangnya.

Terpisah, Wakil Wali Kota Pekalongan, Saelany Mahfudz yang juga merangkap Ketua panitia Bulan Dana PMI, menyebutkan, ada sejumlah instansi yang sukses melampaui target yang sudah ditetapkan, seperti dari Dinas Pendidikan yang menyumbang sebesar Rp251,6 juta dari target sebesar Rp180 juta.

Kemudian dari Dharma Bakti yang menyumbang Rp29,6 juta dari target sebesar Rp20 juta. Begitu pula dari TPI, PPNP, dan Korpri yang juga sukses melampaui target. Dalam penggalangan dana, lanjutnya, PMI menyebar sarana berupa karcis dengan besaran Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000 dan Rp 10.000. Sementara dari piagam, besaran sumbangan yang diedarkan yakni Rp 25.000, Rp 50.000, Rp 75.000, dan Rp 100.000. “Selain itu ada juga yang melalui proposal dengan besaran beragam,” tambahnya. (tin/ric)