Bersih-bersih, Buka Masa Depan Baik

258

SEMARANG – Seminggu menjelang Imlek, umat dan pengurus di sejumlah Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) membersihkan rupang dan tempat ibadah masing-masing. Warga Tionghoa juga membersihkan rumah yang melambangkan menyingkirkan nasib buruk untuk membuat jalan bagi masa depan yang baik.

Kegiatan tersebut di antaranya dilakukan di Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya, Watugong.

Sebelum membersihkan rupang, warga Tionghoa juga melakukan ritual Toa Pek Kong naik yang dipimpin oleh Lo Cu Pagoda Avalokitesvara Buddhagaya Watugong, Go Lie Sien. Dilanjutkan dengan membersihkan rupang yang dimulai menurunkan rupang yang berada di samping rupang Buddha dan mengganti baju yang dikenakan oleh patung Buddha.

Go Lie Sien mengatakan jumlah rupang yang ada di Vihara tersebut mencapai 25, yang terdiri atas 4 rupang besar, 16 rupang kecil, dan 5 rupang yang mengelilingi Pagoda. ”Jadi semua rupang itu dibersihkan baik yang besar maupun yang kecil sedangkan untuk yang besar dibersihkan dan diganti bajunya,” katanya.

Ketua Yayasan Buddhagaya Watugong, Halim Wijaya mengatakan kegiatan bersih-bersih vihara ini dilakukan satu minggu sebelum perayaan Imlek 2568. ”Setelah dilakukan ritual mengantar Pek Kong naik ke surga untuk melaporkan amal manusia, maka umat membersihkan rupang yang ada di Vihara,” katanya.

Sementara umat dan pengurus Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok membersihkan arca. Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan menjelang Imlek. (Nurchamim@radarsemarang)
Sementara umat dan pengurus Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok membersihkan arca. Kegiatan bersih-bersih tersebut dilakukan menjelang Imlek. (Nurchamim@radarsemarang)

Selain itu bersih-bersih vihara ini sebagai simbol agar umat sebelum merayakan tahun baru Imlek menjaga lidah dan ucapan agar berbicara yang baik. Hal itu dilakukan sebelum dan sesudah perayaan Imlek.

Halim menambahkan dengan adanya perayaan Imlek ini maka sebagai pengurus merasa berterima kasih karena Vihara Buddhagaya Watugong menjadi tempat wisata religius yang ramai dikunjungi, tidak hanya oleh warga sekitar tetapi juga dari luar Kota Semarang.

Acara bersih-bersih rupang juga dilakukan di Kelenteng Tay Kak Sie, Gang Lombok, kawasan Pecinan, Minggu (22/1). Kegiatan tersebut dilakukan dengan membersihkan bangunan kelenteng hingga memandikan rupang (peralatan sembahyang) berupa arca/kongco. (hid/ric/ce1)