DEMAK-Rencana pembangunan jalan tol Semarang-Demak tahun ini selain untuk akses kendaraan, juga difungsikan sebagai penahan abrasi di wilayah Desa Sriwulan dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung. Karena itu, titik pembangunan tol tersebut sedikit ada perubahan rute. Bila sebelumnya dimulai dari sebelah SPBU atau makam Syech Jumadil Kubro, Terboyo Kulon, Semarang, selanjutnya akan digeser ke utara lagi lurus ke timur Kelurahan Trimulyo, Genuk, hingga memasuki wilayah Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

Bupati Demak HM Natsir menyampaikan hal tersebut setelah sebelumnya bertemu langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Kementerian PUPR  di Jakarta.

“Pembangunan jalan tol segera dimulai tahun ini (2017) dan dioperasikan 2019 mendatang,”katanya.

Bupati mengatakan, jalan tol Semarang-Demak yang digunakan untuk menahan gelombang laut karena kondisi abrasi dan rob di wilayah Sayung Demak dan Genuk Semarang makin parah. Karena itu, perlu ada langkah nyata mengatasi masalah tersebut.

Selain memanfaatkan jalan tol sebagai sabuk pantai yang dibangun pada tahap pertama, pembangunan berikutnya juga akan dilakukan secara bertahap. Sabuk pantai tahap kedua dibangun di wilayah Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, dilanjutkan sampai Desa Tambakbulusan, Kecamatan Karangtengah serta wilayah pesisir  Kecamatan Bonang.

“Untuk tahap ketiga, sabuk pantai dibangun antara pesisir Bonang sampai pesisir Kecamatan Wedung,” jelasnya.

Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto, menambahkan, setelah dibangun tanggul laut itu, maka jalan kabupaten yang sebelumnya melalui pesisir otomatis akan muncul kembali. “Sudah saatnya kita bangkitkan geliat ekonomi di wilayah pesisir Demak yang lama mati suri akibat bencana abrasi dan rob,”katanya. (hib/aro)