33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Jalur Alternatif Minim Penerangan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Jalur-jalur alternatif yang ada di Jateng dianggap belum layak, salah satu faktornya penerangan masih minim. Oleh karena itu DPRD meminta agar pemprov memikirkan kondisi jalan-jalan alternatif agar bisa dilewati dengan nyaman dan aman.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengaku kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat. Sebab, banyak jalur alternatif yang kondisinya belum memadai. Mulai dari kondisi jalan kurang bagus, sampai penerangan yang minim. “Ini keluhan masyarakat, pemprov harus mulai memperhatikannya,” katanya.

Ia mencontohkan, jalur alternatif dari Pemalang sampai Purbalingga kondisinya masih gelap gilita. Selain itu, jalur alternatif yang menghubungkan Karanggayar-Ngadirejo Wonogiri tidak kalah berbeda. Padahal, jalur tersebut sangat vital dan bisa menjadi titik untuk mengurangi kemacetan di jalur utama. “Kondisi ini membuat jalan alternatif rawan kecelakaan dan belum dilirik sebagai jalur pilihan masyarakat,” ujarnya.

Dewan berharap jalur alternatif bisa mendapatkan perhatian. Apalagi tahun ini ada anggaran sekitar Rp 16 miliar untuk penerangan jalan. Meski begitu, diakui banyak kendala yang menyebabkan kondisi jalur alternatif gelap. Misalnya jalur di tengah hutan, ketika dipasang lampu tidak bisa bertahan sampai dua bulan dan hilang dicuri. “Anggaran untuk penerangan memang besar, mulai dari pemasangan sampai menyala di satu titik membutuhkan Rp 400-600 ribu,” tambahnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Jateng, Jayus berharap pemprov bisa menggunakan penerangan jalan dengan energi terbarukan. Tetapi lokasi yang dipilih harus tepat sehingga bisa berdampak pada perekonomian masyarakat lokal agar bisa lebih maju. “Artinya jalan yang mendapat penerangan haruslah ramai dilewati jalur ekonomi masyarakat. Jadi dampaknya langsung dirasakan,” tambahnya. (fth/zal)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Lelah Mengabadikan Semarang

  Bagi saya, perkembangan suatu kota sangat penting untuk diabadikan. Bisa saja jadi saksi bisu sejarah, dan mengedukasi generasi muda untuk mengetahui perkembangan yang ada. Bicara...

Harus Pahami Manajemen Lalu Lintas U-Turn

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pengguna putaran Lemah Bang (U-turn) diminta memahami manajemen lalu lintas. Hal itu dikatakan oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII...

Venue Dayung dan Renang Dikebut Penyelesaiannya

SEMARANG - Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV di Jateng, 10-21 September, Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto...

Perhatikan Dress Code Sebelum Berpesta di SHVR Ground Festival 2018

Mengangkat tema Russian Cosmic, SHVR Ground Festival 2018 siap menyuguhkan berbagai kemeriahaan. Mulai dari segi teknis hingga pengisi acara selama 2 hari berturut-turut. Tetapi, sebelum datang ke SHVR...

Antarkan Seniornya dengan Mobil Tua

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo turut mengantarkan langsung para seniornya, 17 anggota Polres yang purna tugas keliling Kota Mungkid, mengendarai mobil...

Tak Izinkan Galang Dana di Jalan

MAGELANG—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Magelang tidak mengizinkan adanya praktik penggalangan dana yang mengatasnamakan organisasi massa Islam di jalan raya. Belakangan ini, MUI menemukan...