Taruna Akmil Berlatih Menembak Mortir

1755
BIDIK: Taruna dan taruni tingkat III Akmil saat latihan menembak senjata bantuan di lapangan tembak Dislitbang TNI AD pantai Setrojenar Ngambal Kecamatan Buluspesantren Kebumen. (Penhumas Akmil For Radar Kedu)
BIDIK: Taruna dan taruni tingkat III Akmil saat latihan menembak senjata bantuan di lapangan tembak Dislitbang TNI AD pantai Setrojenar Ngambal Kecamatan Buluspesantren Kebumen. (Penhumas Akmil For Radar Kedu)

KEBUMEN– Sebanyak 228 taruna dan taruni tingkat III Akademi Militer (Akmil) Magelang mengikuti latihan menembak senjata bantuan di lapangan tembak Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AD di pantai Setrojenar Ngambal Kecamatan Buluspesantren Kebumen. Latihan menembak berlangsung Rabu (18/1) sampai Kamis (19/1).

Pada hari pertama, para taruna dan taruni melaksanakan latihan menembak menggunakan senjata mortir 60 mm komando dengan jarak tembak sasaran 650 meter. Mereka juga berlatih menembak dengan menggunakan senjata mortar 60 mm Longrange dengan jarak tembak sasaran 1.700 meter.

Adapun hari kedua, melaksanakan menembak dengan senjata mortir 81mm Tampella dDengan jarak tembak sasaran 3.000 meter. Sebelum dipergunakan para taruna, uji coba senjata mortir dilaksanakan oleh pelatih.

Wagub Akmil Brigadir Jenderal TNI Wisnoe PB menuturkan, latihan menembak senjata bantuan khususnya bagi para taruna dan taruni Sersan Mayor Dua Taruna bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan agar mereka mengetahui dan dapat secara terbatas melayani, mengoperasionalkan dan menembakan senjata bantuan jenis Mo 60 mm komando, Mo 60 mm Longrange dan Mo 81 mm Tampella.

Menurut Wisnoe, dalam pelaksanaan menembak senjata bantuan ini, mereka mendapat bimbingan, pengawasan dan pengendalian yang melekat dari para pelatih. Hal ini dilakukan untuk menjaga faktor keamanan dan keselamatan sehingga pelaksanaan menembak senjata bantuan dapat dilaksanakan dengan lancar, aman dan selamat.

Menembak dengan menggunakan senjata bantuan baik itu yang menggunakan Mo 60 mm co, Mo 60 mm Longrange maupun yang menggunakan Mo 81 mm Tampella, merupakan pengalaman pertama bagi para taruna maupun taruni yang melaksanakan pendidikan di Akmil. Untuk itu, mereka harus konsentrasi dan mengikuti instruksi dari para pelatih untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam latihan,” ungkap Wisnoe. (san/ton)