Tegal Masih Ngotot Tuan Rumah

Porprov Jateng 2018, Semarang Tak Ambisius

1267
CEK KESIAPAN: Ketua Umum KONI Jateng Hartono didampingi pihak Disporapar Jateng dan Pemkot Tegal saat meninjau salah satu venue yang akan digunakan untuk Porprov Jateng 2018, beberapa waktu lalu. (IST)
CEK KESIAPAN: Ketua Umum KONI Jateng Hartono didampingi pihak Disporapar Jateng dan Pemkot Tegal saat meninjau salah satu venue yang akan digunakan untuk Porprov Jateng 2018, beberapa waktu lalu. (IST)
DIKEBUT: Kondisi GOR di Kota Tegal yang sedang dibangun untuk Porprov Jateng 2018 mendatang. (IST)
DIKEBUT: Kondisi GOR di Kota Tegal yang sedang dibangun untuk Porprov Jateng 2018 mendatang. (IST)

SEMARANG – Meski diragukan kesiapan mereka, namun Kota Tegal masih menyatakan kesanggupannya menjadi tuan Porprov Jateng 2018 mendatang. Sementara Kota Semarang tetap menghormati Kota Tegal yang dipilih melalui sesuai mekanisme.

Ketua Umum KONI Jateng Hartono mengatakan, Wali Kota Tegal Siti Marsitha Soeparno telah mengirimkan surat kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengenai kesiapan mereka menggelar Porprov 2018. Hanya saja, Hartono mengatakan kesanggupan Tegal tersebut tetap akan menjadi bahasan utama dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Jateng, 4 Februari mendatang. ”Kami sudah menerima tembusan surat Wali Kota Tegal kepada Gubernur Jateng. Intinya, menyatakan kesanggupan menjadi tuan rumah Porprov Jateng 2018 nanti. Tentunya, hal itu masih akan dikaji lebih dalam lagi saat RAT nanti. Biar anggota nanti yang menilai dan memutuskan,” kata Hartono.

Pada RAT nanti, tim verifkasi dari KONI Jateng dan Disporapar Jateng akan memaparkan hasil peninjauan venue ke Kota Tegal, beberapa waktu lalu. Hartono masih belum mau menyebut apakah venue tersebut bisa selesai dan layak digunakan untuk ajang multicabang empat tahunan tersebut.  “Nantinya biar anggota yang menilai. Yang pasti, Porprov tak bisa lagi diundur lagi untuk kali kedua. Sedianya, akan digelar pada 2017 ini. Karena saat itu Jateng masih ditunjuk sebagai tuan rumah, akhirnya diputuskan untuk digelar pada 2018,” tutur Hartono.

Sementara, Kota Semarang sendiri tidak berambisi menjadi tuan rumah. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ditemui kemarin mengatakan, Kota Semarang menghormati Kota Tegal yang telah ditunjuk sesuai mekanisme. “Tapi kalau memang Tegal benar-benar tidak sanggup, tentu Kota Semarang siap untuk menggelar. Namun sekali lagi, semua harus melalui mekanisme yang ada,” tandasnya. (bas/smu)