MANGKRAK: Los di pasar baru Selomerto masih tanpa penghuni. Pedagang menilai los kurang luas dan tidak sesuai kebutuhan. (Ahmad.zainudin@radarkedu.com)
MANGKRAK: Los di pasar baru Selomerto masih tanpa penghuni. Pedagang menilai los kurang luas dan tidak sesuai kebutuhan. (Ahmad.zainudin@radarkedu.com)

WONOSOBO—Nasib pasar tradisional di Kecamatan Selomerto hingga saat ini masih buram. Sudah sejak akhir 2015, proyek pembangunan pasar tersebut berhenti dan tak ada tanda-tanda kapan akan dilanjutkan.

“Kami sebagai pedagang sebenarnya sangat menyayangkan, pembangunan pasar yang menghabiskan biaya tidak sedikit itu, kini mangkrak tidak jelas,” kata Bendahara Paguyuban Pedagang Pasar Selomerto Suraji.

Dikatakannya, informasi yang sering berhembus ke telinga para pedagang, pembangunan pasar masih akan berlanjut. Tidak cukup seperti bangunan yang terlihat sekarang ini. Pasar akan dibangun indah, bagian belakang akan diberi penutup, bagian depan akan dibangun terminal dan samping selatannya akan dibuat taman hijau.

“Janjinya seperti itu. Konsepnya mau dibikin pasar semi modern. Katanya biar pedagang dan pembeli nyaman. Tapi malah tidak jelas seperti sekarang,” keluhnya.

Dulu, pemerintah pernah berjanji akan memindahkan pedagang ke pasar baru per Januari 2016. Akan tetapi, kabar kepindahan itu juga tidak ada kejelasan. Dari petugas, ada yang berdalih penundaan pemindahan pedagang karena los yang tersedia tidak cukup.

“Nah itu, yang buat kami khawatir. Soalnya kalau dihitung antara pedagang dengan los yang tersedia saat ini saja, sudah lebih dari cukup. Nggak perlu ada penambahan. Tapi entahlah kami sih bisanya hanya bisa nurut apa kata pemerintah,” jelasnya.

Pedagang lain, Ponidi menyayangkan proses pembangunan pasar yang tidak melibatkan pendapat pedagang. Akibatnya, desain pasar tidak sesuai dengan kebutuhan pedagang.

Menurutnya, penataan losnya tidak pas. “Ukuran losnya terlalu sempit hanya cukup untuk jual ayam daging. Apalagi, di bagian kanan kirinya dibangun tembok sehingga membuat los terasa makin sempit,” kata Ponidi. (cr2/ton)