33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

APBD Jateng Dikhawatirkan Jebol

Pelimpahan ASN Bebani Anggaran

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jateng 2017 dikhawatirkan jebol seiring pelimpahan personel dari pemkab/pemkot. Tahun ini, pemprov harus mengurusi 46 ribu aparatur sipil negara (ASN), atau bertambah hingga 3.000 personel dari tahun lalu.

Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, M Yulianto menjelaskan, jika pemprov tidak punya inovasi untuk meningkatkan pendapatan, APBD bakal terkuras hanya untuk belanja internal. Terutama untuk TPP dan fasilitas lain yang jumlahnya cukup besar.

Jika sudah begitu, anggaran belanja eksternal untuk pembangunan dan program kesejahteraan masyarakat, justru keteteran. “PAD (pajak asli daerah) sebagai salah satu pendapatan, harus dikejar. Jangan sampai tidak menutup target seperti tahun lalu. Jadi butuh kreasi, inovasi, dan kerja keras,” tegasnya, Kamis (19/1).

Ketua Komisi B DPRD Jateng, Chamim Irfani berharap pemprov bisa mencermati pelimpahan kewenangan personel ini. Apalagi Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2017, tidak utuh. Pemprov masih menanggung sekitar Rp 2,1 triliun untuk menggaji ASN.

“Pemprov terus menjalin komunikasi secara intensif dengan pemerintah pusat terkait hal ini,” katanya.

Fenomena tersebut diperparah dengan Revisi RPJMD 2017 yang justru menurunkan target pendapatan jika dibanding tahun sebelumnya. “Di satu sisi tambah beban, di sisi lain malah mengurangi target pendapatan. Ini kan ironis,” ucapnya.

Dia berharap, Badan Pendapatan Daerah tidak terlalu terpaku pada target tersebut. Namun tetap melakukam inovasi demi mendapatkan pendapatan sebanyak-banyaknya. Bahkan sampai melampaui target.

Jika hal itu tidak bisa dilakukan, program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat tidak bisa direalisasikan. Dia juga pesimistis jika angka kemiskinan bisa menurun secara signifikan. Apalagi di awal tahun ini, nyaris semua kebutuhan pokok mengalami kenaikan tarif. Dari tarif dasar listrik (TDL), air, bahan bakar minyak (BBM), hingga kebutuhan dapur. Faktor ini sangat memengaruhi penurunan angka kemiskinan.

Semmentara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D) Jateng, Sudjarwanto menyatakan, proses kebijakan alokasi belanja internal dan eksternal masih dalam proses yang ditangani langsung Sekda Jateng. Semua sedang dikonsolidasikan agar tidak merugikan masyarakat. “Penafsiran cara alokasi anggaran masih digodok,” tegasnya.

Meski begitu, sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), alokasi anggaran masih tetap konsentrasi untuk pengentasan kemiskinan. Sebab, targetnya cukup berat, yaitu menurunkan angka kemiskinan yang saat ini masih di angka 13,19 persen, menjadi 11 persen. “Ini perkerjaan yang tidak mudah karena urusannya kompleks. Tapi kami pasti konsentrasi menggodok strategi,” katanya. (amh/ric)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peradi Pertanyakan Kasus Korupsi Mandek

SEMARANG - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang pimpinan Theodorus Yosep Parera mengirim surat permintaan klarifikasi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah, terkait kasus dugaan...

KPID Minta Tambah Konten Dakwah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah meminta kepada Lembaga Penyiaran televisi dan radio supaya menayangkan konten yang menyejukkan, keindahan dan pluralitas. “Kami mengharapkan...

300 Anak Dapat Akte Gratis

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Tak kurang dari 4.500 anak TK dan PAUD dari 15 Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo turut hadir meramaikan puncak acara Peringatan Hari Anak...

Wali Kota Tegal Kena OTT, Ganjar Merasa Nggondok

SEMARANG- Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku tidak menyangka masih ada kepala daerah di Jateng yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, semua bupati/wali...

Pasar Sudah Kehilangan Dialog Sosial

MAGELANG – Aksi teatrikal tanpa judul mewarnai penutupan acara Magelang Tempo Doloe (MTD) di Alun-alun Kota Magelang, Minggu (14/5) lalu. Aksi yang ditampilkan para...

Kembali Pimpin Perbakin

SALATIGA – Henry Wicaksono kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Perbakin kota Salatiga periode 2017 - 2021, Sabtu (29/4). Pemilihan dilakukan dalam kegiatan musyawarah...