SEMARANG – Tiga dari enam anggota Polrestabes Semarang yang menjalani tes urine dinyatakan positif mengonsumsi amphetamin alias narkoba jenis sabu. Ketiga oknum polisi itu masing-masing Brigadir Dwi R, anggota Satresnarkoba Polrestabes Semarang; Bripka Yofin Y, anggota Dalmas Satuan Sabhara Polrestabes Semarang, dan Briptu Yuda, anggota Ditreskrimum Polda Jateng.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, terungkapnya ketiga oknum tersebut berawal saat dilakukan sidang disiplin terhadap Briptu Yuda, anggota Ditreskrimum Polda Jateng, Selasa (17/1) lalu. Sidang disiplin tersebut digelar di Mapolda Jateng dipimpin Wakil Direktur Reskrimum Polda Jateng, AKBP Zain Dwi Nugroho.

”Nah, saat persidangan itu, antara pertanyaan yang disampaikan dengan hakim ketua dengan jawaban yang disampaikan oleh terperiksa ini tidak nyambung. Jawabannya ke mana-mana, tidak jelas,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (18/1).

Abiyoso mengatakan, dari fakta yang ditemukan di persidangan itu, akhirnya pimpinan sidang meminta terperiksa Briptu Yuda dilakukan tes urine kembali oleh Bidang Dokkes Polda Jateng. Hasilnya, Briptu Yuda positif mengonsumsi sabu.

”Setelah dites urine ternyata masih positif. Saat dia (terperiksa) ditanya, kapan terakhir menggunakan sabu? Di mana menggunakan sabu? Bersama siapa saja saat menggunakannya? Akhirnya, dia menyebutkan sejumlah nama,” terangnya.

Abiyoso mengakui, nama-nama oknum yang disebut Briptu Yuda merupakan anggota Polrestabes Semarang. Pihaknya pun langsung mengambil langkah dengan melakukan tes urine terhadap kelima nama yang diseret oleh Briptu Yuda. Namun demikian, Abiyoso enggan membeberkan kelima oknum anggota tersebut.

”Saya bersama beberapa perwira staf akhirnya melakukan langkah-langkah. Kita panggilin satu-satu, dites urine. Yang negatif kita pulangkan. Yang positif akhirnya kita serahkan ke Propam Polda Jateng,” katanya.

Lima anggota yang menjalani tes urine dadakan tersebut, dua di antaranya positif. Meskipun demikian, pihaknya meminta kepada Propam Polda Jateng untuk melakukan pendalaman kembali terhadap keterangan Briptu Yuda.

”Dari lima anggota yang diambil urine, ada yang negatif. Akhirnya saya jadi berpikir tidak menutup kemungkinan terperiksa belum tentu benar keterangannya. Istilah Jawanya nyatek sana nyatek sini. Yang dicatek ternyata negatif. Ada juga yang dicatek positif, gitu kan,” jelasnya.

Sehingga bisa dikatakan, lanjut dia, Briptu Yuda hanya mencari kawan saja. ”Kan harus dibuktikan secara profesional. Kalau memang anggota polrestabes ada yang terbukti positif, maka saya serahkan ke Propam Polda Jateng untuk ditindaklanjuti. Meskipun nanti pada akhirnya sidangnya akan dilakukan di Polrestabes Semarang,” katanya.

Abiyoso menegaskan, pihaknya tidak akan menutup-nutupi ataupun membela anggotanya yang melakukan kesalahan. Bahkan, pihaknya siap perang melawan narkoba sesuai instruksi Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

”Saya juga tidak menutup-nutupi. Artinya, kalau ada anggota yang salah ya saya sampaikan. Kapolri sudah mengeluarkan statemen kita tabuh genderang melawan narkoba. Jika dilakukan anggota kepolisian, silakan kirim ke kamar jenazah,” tegasnya.

Abiyoso mengimbau kepada anggotanya untuk tidak dekat dengan narkoba. Tindakan tegas akan diberlakukan kepada siapa pun, termasuk anggotanya yang terbukti terlibat narkoba.

”Bagi anggota yang pernah menggunakan atau memakai (narkoba) bisa dihentikan mulai sekarang. Bagi yang muda, yang belum pernah pakai, jangan mencoba-coba. Kan sudah jelas risikonya apa. Dampaknya apa. Aturan undang-undangnya apa. Sanksi pidananya juga jelas,” tandasnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang pada Selasa (17/1) sekitar pukul 16.00 kemarin, anggota Bidang Propam Polda Jateng beserta Sub Dokpol Bid Dokkes Polda Jateng mendatangi Polrestabes Semarang melakukan tes urine terhadap lima anggota Polrestabes Semarang yang dicurigai terlibat narkoba.

Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Hery Santoso saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan terkait kasus narkoba yang melibatkan oknum anggota Polri tersebut. (mha/aro/ce1)