Kabur setelah Tiru Petugas Rusak Gembok Sel

607
FASILITAS LENGKAP: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau kelengkapan fasilitas ambulans Si Cepat. (Rizal@radarsemarang.com)
FASILITAS LENGKAP: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau kelengkapan fasilitas ambulans Si Cepat. (Rizal@radarsemarang.com)

SEMARANG – Setelah menikmati masa pelariannya lebih dari dua bulan, dua tahanan Polsek Semarang Utara, berhasil ditangkap kembali oleh tim gabungan Polsek Semarang Utara, Polrestabes Semarang, dan tim Opsnal Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, di daerah Bekasi pada Senin (16/1) sekitar pukul 19.00.

Bahkan dalam pelariannya, tahanan tersebut melakukan aksi pencurian motor di daerah Bekasi. Dua tahanan yang kabur bernama Dedi Supriyadi, 25, dan Kalvin Prasetya, 18. Keduanya warga Dadapsari, Semarang Utara. Mereka kabur dari sel tahanan pada Selasa, 14 November 2016 sekitar pukul 04.30.

Petugas terpaksa melumpuhkan napi tersebut dengan timah panas di dua kakinya karena melawan petugas dan mencoba kabur saat digerebek di rumah kontrakan di Jalan Rawa Bugel no 18, Marga Mulya, Bekasi Utara, Bekasi.

Dalam pengakuannya, Dedi menjelaskan, cara kabur dari sel tahanan yakni dengan memberikan oli pada gembok sel, kemudian mencongkelnya dengan kayu. ”Cara itu saya meniru petugas penjaga saat kesulitan membuka gembok. Dulu saya dijenguk keluarga, tapi saat itu gembok sulit dibuka, kemudian petugas memberi oli dan digedor-gedor dan akhirnya bisa dibuka,” terang Dedi saat digelandang di Mapolrestabes Semarang Rabu (18/1) kemarin.

Bahkan, petugas yang ada di lokasi tersebut tidak mengetahui aksi kaburnya tahanan ini lantaran tertidur pulas. ”Pas keluar, penjaganya pada tidur. Terus keluar naik taksi. Sebenarnya saya tidak mau kabur, tapi diajak dia (Kalvin),” katanya.

Ternyata, dua tahanan inipun juga telah mempersiapkan modal untuk kabur. Mereka mendapat sejumlah uang dari sesama tahanan satu ruangan. Keduanya naik taksi ke daerah Purwodadi.

”Kemudian sore hari naik bis ke Jakarta, terus ke Bekasi. Di sana di rumah kontrakan teman namanya Subhan,” jelasnya.

Kalvin mengakui, selama di Bekasi, juga bekerja serabutan. Bahkan, untuk mengurangi pengeluaran transportasi, keduanya mencuri motor. ”Saya di sana kerja di pemotongan ayam. Iya saya juga nyuri motor, dipakai sendiri tidak dijual,” katanya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menjelaskan kini keduanya memiliki dua kasus yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah kasus di Semarang Utara selesai proses hukumnya. ”Saat melarikan diri, dua tersangka ini melakukan aksi pencurian motor di wilayah Metro Jaya dan ditangani oleh Jatanras Polda Metro Jaya. Dengan segala keterpaksaan keduanya dilumpuhkan,” tegasnya. (mha/zal/ce1)