33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Kabur setelah Tiru Petugas Rusak Gembok Sel

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Setelah menikmati masa pelariannya lebih dari dua bulan, dua tahanan Polsek Semarang Utara, berhasil ditangkap kembali oleh tim gabungan Polsek Semarang Utara, Polrestabes Semarang, dan tim Opsnal Unit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, di daerah Bekasi pada Senin (16/1) sekitar pukul 19.00.

Bahkan dalam pelariannya, tahanan tersebut melakukan aksi pencurian motor di daerah Bekasi. Dua tahanan yang kabur bernama Dedi Supriyadi, 25, dan Kalvin Prasetya, 18. Keduanya warga Dadapsari, Semarang Utara. Mereka kabur dari sel tahanan pada Selasa, 14 November 2016 sekitar pukul 04.30.

Petugas terpaksa melumpuhkan napi tersebut dengan timah panas di dua kakinya karena melawan petugas dan mencoba kabur saat digerebek di rumah kontrakan di Jalan Rawa Bugel no 18, Marga Mulya, Bekasi Utara, Bekasi.

Dalam pengakuannya, Dedi menjelaskan, cara kabur dari sel tahanan yakni dengan memberikan oli pada gembok sel, kemudian mencongkelnya dengan kayu. ”Cara itu saya meniru petugas penjaga saat kesulitan membuka gembok. Dulu saya dijenguk keluarga, tapi saat itu gembok sulit dibuka, kemudian petugas memberi oli dan digedor-gedor dan akhirnya bisa dibuka,” terang Dedi saat digelandang di Mapolrestabes Semarang Rabu (18/1) kemarin.

Bahkan, petugas yang ada di lokasi tersebut tidak mengetahui aksi kaburnya tahanan ini lantaran tertidur pulas. ”Pas keluar, penjaganya pada tidur. Terus keluar naik taksi. Sebenarnya saya tidak mau kabur, tapi diajak dia (Kalvin),” katanya.

Ternyata, dua tahanan inipun juga telah mempersiapkan modal untuk kabur. Mereka mendapat sejumlah uang dari sesama tahanan satu ruangan. Keduanya naik taksi ke daerah Purwodadi.

”Kemudian sore hari naik bis ke Jakarta, terus ke Bekasi. Di sana di rumah kontrakan teman namanya Subhan,” jelasnya.

Kalvin mengakui, selama di Bekasi, juga bekerja serabutan. Bahkan, untuk mengurangi pengeluaran transportasi, keduanya mencuri motor. ”Saya di sana kerja di pemotongan ayam. Iya saya juga nyuri motor, dipakai sendiri tidak dijual,” katanya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menjelaskan kini keduanya memiliki dua kasus yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, setelah kasus di Semarang Utara selesai proses hukumnya. ”Saat melarikan diri, dua tersangka ini melakukan aksi pencurian motor di wilayah Metro Jaya dan ditangani oleh Jatanras Polda Metro Jaya. Dengan segala keterpaksaan keduanya dilumpuhkan,” tegasnya. (mha/zal/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

PTPN 9 Pastikan Jualan Hingga Hilir

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Struktur jaringan bisnis milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 9 akan dibenahi menyesuaikan perkembangan zaman dam kebutuhan pasar. Penjualan produk seperti gula, karet, kopi,...

190 Ribu Jiwa Tercover UHC

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 190 ribu jiwa warga Kota Semarang telah tercover dalam program Universal Health Coverage (UHC) dan telah terdaftar di Badan Penyelenggara...

Coba Dekatkan Seni dengan Masyarakat Awam

Raprika Bangkit adalah alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. Pegiat seni ini mengelola Uwit Arts Space  yang dulunya Galeri Kandang namun sempat vakum. Di...

Pameran Pernikahan Tradisional

RADARSEMARANG.COM - Pengunjung memilih kebaya di stan pameran wedding tradisional di Java Mal Semarang, Kamis (18/1). Pameran pernikahan tradisional tersebut diikuti berbagai pelaku usaha...

Edy Kembali Pimpin TKL

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Edy Susanto Purnomo kembali memimpin Perusahaan Daerah Obyek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng (TKL). Ia kembali terpilih menjadi Direktur TKL setelah...

Ini Cara Hendi Antisipasi Badai Cempaka

SEMARANG- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya badai siklon tropis Cempaka 96S di Selatan Jawa, yang mengakibatkan wilayah Jawa akan terjadi intensitas...