Hadapi UNBK Perbanyak Simulasi

1004

SEMARANG – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau Computer Based Test (CBT), tahun ini akan dilaksanakan pada April mendatang.

Data Kemdikbud pada Januari 2017 di Kota Semarang, tercatat sebanyak 185 SMA, MA dan SMK yang terdaftar sebagai peserta UNBK. Di antaranya adalah SMA N 1 Semarang, SMA/SMK Walisongo.

Waka Kurikulum SMK Walisongo Mulyo Subagyo mengatakan, pihaknya telah melakukan persiapan baik teknis maupun nonteknis. Seperti menyiapakan dua ruangan dengan 48 komputer dan server. ”Non-teknisnya, kita sampaikan kepada orang tua siswa terkait pelaksanaan UNBK tahun ini, seperti apa prosedurnya dan lain-lain,” ujar Mulyo.

Mengantisipasi kendala teknis seperti listrik padam, pihaknya telah menyiapkan uninterruptible power supply (UPS) di masing-masing komputer. ”Kami juga akan sewa genset untuk jaga-jaga kalau listrik padam,” imbuhnya.

Kepala laboratorium TKJ, Fikra Fahma Ihdina menambahkan, SMK Walisongo menjadi indung bagi pelaksanaan UNBK SMA Walisongo, karena memang masih satu yayasan.

”Ya sesuai dengan Peraturan Menteri, untuk sekolah yang sekiranya tidak bisa melaksanakan UNBK diminta bergabung dengan sekolah yang sudah melaksanakan. Kebetulan jadwal UN SMA dan SMK berbeda jadi laboratorium milik kami bisa digunakan untuk UN SMA Walisongo,” ungkap Fikra.

Menurut Mulyo para siswa sempat kaget ketika mendapat informasi unas dilakukan secara online. Agar siswa tidak kaget dengan sistem CBT, pihak sekolah pun menggelar simulasi atau tryout.

”Simulasi baru dilakukan satu kali di bulan November kemarin, sementara simulasi kedua akan dilaksanakan pada pertengahan Februari,” tandasnya.

Keoptimisan menghadapi UNBK juga diungkapkan, Waka Kurikulum SMA Negeri 1 Semarang Agustin Yuanis. Mengingat fasilitas penunjang sudah mencukupi. Termasuk kesiapan para siswanya.

Tahun ini, ada 504 siswa dan siswi yang mengikuti ujian nasional. Lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 486 peserta. Ujian dibagi menjadi 3 kelompok ujian dari pagi sampai sore. ”Kenaikan jumlah siswa juga diikuti penambahan jumlah komputer menjadi 168 dan labnya yang semula 6 sekarang menjadi 7,” ujar Agustin yang juga guru mata pelajaran kimia.

Menurut Agustin, ujian berbasis komputer mampu meningkatkan mutu lulusan, karena minimnya kesempatan untuk menyontek. Kami SMA Negeri 1 Semarang sudah sangat siap menghadapi unas sistem CBT,” tandasnya. (mg26/zal/ce1)