33 C
Semarang
Rabu, 8 Juli 2020

Bos Biro Umrah RAW Ditangkap di Bandung

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Bos PT Arminareka yang juga pimpinan biro perjalanan umrah dan haji plus PT Rihlah Alatas Wisata (RAW) Cabang Semarang berhasil ditangkap aparat Polrestabes Semarang. Tersangka Eko Agung Raharjo, 41, dibekuk di Apartemen Taman Sari, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Senin (16/1) sekitar pukul 01.00 dini hari lalu. Pimpinan RAW yang berkantor di ruko Jalan Wolter Monginsidi, Pedurungan ini diduga telah melakukan penipuan terhadap ratusan calon jamaah umrah dan haji plus, termasuk para agen.

”Korban yang melapor ada 141 calon jamaah umrah dan 3 calon jamaah haji dengan kerugian mencapai Rp 3,29 miliar,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (18/1) kemarin.
Berbagai barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya brosur penawaran umrah dan haji PT Arminareka dan PT Rihlah Alatas Wisata, bukti setor pendaftaraan umrah dan haji plus, uang tunai Rp 30 juta, laptop merek Asus, buku tabungan serta kartu ATM  Bank BRI, BTN, BNI, Mandiri atas nama tersangka.
”Kami juga telah memeriksa 12 orang agen, dua orang calon jamaah, tiga orang karyawan Arminareka, dan dua karyawan Rihlah Alatas Wisata,” jelasnya.

Tersangka Agung sendiri saat dimintai keterangan terkesan berbelit-belit. Bahkan ia membantah telah melakukan penipuan dan penggelapan. Ia mengaku kalau uang tersebut telah digunakan untuk memberangkatkan 500 jamaah umrah pada November 2016 lalu.

”Selama ini uang yang disetorkan calon jamaah haji maupun umrah digunakan untuk membiayai jamaah yang sebelumnya. Jadi, modelnya tambal sulam,” ungkap Agung.

Menurut Agung, biro perjalanan umrah RAW yang dikelolanya telah beroperasi sejak Februari 2016. Ia bekerja sama denganya 89 agen. Tarif umrah yang ditawarkan sangat murah, mulai Rp 13,5 juta sampai Rp 16,5 juta. ”Agen menarik harga sebesar Rp 23 juta per jamaah. Lalu setor ke saya Rp 13 juta,” jelasnya.

Agung mengatakan, sejak Maret hingga Desember 2016, jumlah calon jamaah umrah yang telah terkumpul mencapai 900 orang. Jumlah tersebut telah diberangkatkan sebanyak 500 jamaah pada 16, 21, 22, 27, 28 November 2016. Agung juga memberikan solusi ke agen untuk mengambil paket perjalanan seharga Rp 3,5 juta  yang digunakan menutup kekurangannya.

”Namun agen tidak berjalan sesuai rencananya. Jadi, saya tidak merasa menggelapkan, nanti bisa dibuktikan dengan bukti transfer pemberangkatan 500 orang itu,” tegasnya.

Setelah kasus ini mencuat, Agung memilih kabur dan bersembunyi di Bandung.
Ia menyewa apartemen dengan tarif Rp 3 juta per bulan. ”Uangnya dari sisa tabungan uang calon jamaah,” akunya.

Agung mengakui, uang dari calon jamaah sempat dibelikan rumah di Jalan Wolter Mongosidi Semarang seharga Rp 300 juta. ”Saya akan bertanggung jawab, kalau aset itu diambil untuk mengembalikan tidak apa-apa,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (mha/aro/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jangan Sampai Terjerumus Radikalisme

SEMARANG - Ratusan siswa kelas X dan XI SMA Nasima Gandanegara antusias mengikuti kegiatan pesantren Ramadan. Kegiatan ini diselenggrakaan sejak Rabu (31/5) hingga Sabtu...

Lihat TKA Ilegal, Laporkan

SEMARANG - Pemprov Jateng memperketat pengawasan tenaga kerja asing (TKA) ilegal. Salah satunya meminta keterlibatan masyarakat untuk melaporkan jika melihat TKA di lingkungan masing-masing. Kepala...

Bertahan dengan Membuat Kerajinan Pahat Lain

RADARSEMARANG.COM - Jejak budaya Tionghoa di Semarang mewarnai berbagai lini kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah pemahat Bongpay batu alam yang telah dimulai sejak ratusan...

Inginkan Air PDAM Langsung Siap Minum

MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meraih penghargaan Perpamsi Award 2017 dari Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) untuk kategori pembina terbaik dengan...

PTS Pertama Raih Akreditasi A di Jateng

SEMARANG - Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata berhasil meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Capaian ini, menjadi yang pertama untuk Perguruan...

Narkoba Incar Pelajar

KUDUS – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS di SMKN 1 Kudus, kemarin. Sosialisasi dilakukan dengan mengundang...