BUKTI: Para pendemo menginjak taman di pulau Jalan Pahlawan saat demo, Selasa (17/1) lalu. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
BUKTI: Para pendemo menginjak taman di pulau Jalan Pahlawan saat demo, Selasa (17/1) lalu. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SEMARANG – Bos PT Arminareka yang juga pimpinan biro perjalanan umrah dan haji plus PT Rihlah Alatas Wisata (RAW) Cabang Semarang berhasil ditangkap aparat Polrestabes Semarang. Tersangka Eko Agung Raharjo, 41, dibekuk di Apartemen Taman Sari, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Senin (16/1) sekitar pukul 01.00 dini hari lalu. Pimpinan RAW yang berkantor di ruko Jalan Wolter Monginsidi, Pedurungan ini diduga telah melakukan penipuan terhadap ratusan calon jamaah umrah dan haji plus, termasuk para agen.

”Korban yang melapor ada 141 calon jamaah umrah dan 3 calon jamaah haji dengan kerugian mencapai Rp 3,29 miliar,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (18/1) kemarin.
Berbagai barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya brosur penawaran umrah dan haji PT Arminareka dan PT Rihlah Alatas Wisata, bukti setor pendaftaraan umrah dan haji plus, uang tunai Rp 30 juta, laptop merek Asus, buku tabungan serta kartu ATM  Bank BRI, BTN, BNI, Mandiri atas nama tersangka.
”Kami juga telah memeriksa 12 orang agen, dua orang calon jamaah, tiga orang karyawan Arminareka, dan dua karyawan Rihlah Alatas Wisata,” jelasnya.

Tersangka Agung sendiri saat dimintai keterangan terkesan berbelit-belit. Bahkan ia membantah telah melakukan penipuan dan penggelapan. Ia mengaku kalau uang tersebut telah digunakan untuk memberangkatkan 500 jamaah umrah pada November 2016 lalu.

”Selama ini uang yang disetorkan calon jamaah haji maupun umrah digunakan untuk membiayai jamaah yang sebelumnya. Jadi, modelnya tambal sulam,” ungkap Agung.

Menurut Agung, biro perjalanan umrah RAW yang dikelolanya telah beroperasi sejak Februari 2016. Ia bekerja sama denganya 89 agen. Tarif umrah yang ditawarkan sangat murah, mulai Rp 13,5 juta sampai Rp 16,5 juta. ”Agen menarik harga sebesar Rp 23 juta per jamaah. Lalu setor ke saya Rp 13 juta,” jelasnya.

Agung mengatakan, sejak Maret hingga Desember 2016, jumlah calon jamaah umrah yang telah terkumpul mencapai 900 orang. Jumlah tersebut telah diberangkatkan sebanyak 500 jamaah pada 16, 21, 22, 27, 28 November 2016. Agung juga memberikan solusi ke agen untuk mengambil paket perjalanan seharga Rp 3,5 juta  yang digunakan menutup kekurangannya.

”Namun agen tidak berjalan sesuai rencananya. Jadi, saya tidak merasa menggelapkan, nanti bisa dibuktikan dengan bukti transfer pemberangkatan 500 orang itu,” tegasnya.

Setelah kasus ini mencuat, Agung memilih kabur dan bersembunyi di Bandung.
Ia menyewa apartemen dengan tarif Rp 3 juta per bulan. ”Uangnya dari sisa tabungan uang calon jamaah,” akunya.

Agung mengakui, uang dari calon jamaah sempat dibelikan rumah di Jalan Wolter Mongosidi Semarang seharga Rp 300 juta. ”Saya akan bertanggung jawab, kalau aset itu diambil untuk mengembalikan tidak apa-apa,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. (mha/aro/ce1)