33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Tembakau Impor Perlu Dibatasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Ribuan petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (17/1). Mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster bertuliskan “Tembakau Milik Kita, Bukan Milik Asing, serta “Tolak Tembakau Impor karena Terbukti Mematikan Petani Lokal”.

Demonstran yang merupakan petani tembakau dari Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Magelang, Klaten, Boyolali, Rembang, dan Demak ini meminta pemprov mengintervensi pemerintah pusat agar segera mengesahkan RUU Pertembakauan. Sebab RUU tersebut mengatur komposisi penggunaan tembakau di industri. Yaitu 80 persen tembakau lokal, 20 persen tembakau impor.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng Wisnu Brata menjelaskan, impor tembakau saat ini sudah di angka 60 persen dari kebutuhan tembakau nasional. Jika tidak segera dibatasi lewat UU, tidak menutup kemungkinan porsi tembakau impor terus meroket. Sebab, naiknya angka impor sudah terjadi sejak 2003 silam. “Tahun ke tahun, naik secara signifikan sampai sekarang,” tegasnya.

Dijelaskan, dengan disahkannya RUU Pertembakauan tersebut maka petani tembakau menjadi terlindungi karena produksi tembakau lokal bisa terserap semua dan petani tidak merugi. “Impor tembakau meresahkan dan merugikan petani lokal, padahal kami punya lahannya, dan tembakau lokal mencukupi kebutuhan nasional. Kualitasnya pun tidak kalah,” imbuhnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menemui langsung perwakilan demonstran mengaku sudah menyampaikan aspirasi petani tembakau ke Presiden, Menteri Perdagangan, dan Komisi IV DPR RI. “Saya sampaikan ke Menteri Perdagangan, impor beras boleh tapi tolong barang dari petani dibeli dulu, jangan mengimpor ketika mereka lagi panen. Itu analogi yang saya sampaikan,” katanya.

Sedangkan pada Komisi IV DPR RI, Ganjar meminta agar dalam pembahasan RUU Pertembakauan juga mendengarkan para petani di tiga daerah penghasil tembakau terbesar, yakni di Provinsi Jateng, Jatim dan Nusa Tenggara Barat.

Di sisi lain, Ganjar meminta pada para petani tembakau untuk menyiapkan data jumlah petani, termasuk jenis tembakau sesuai daerah masing-masing. Petani juga diminta menyiapkan argumentasi apakah pengguna tembakau hanya untuk pabrik rokok ataukah ada manfaat lain. “Silakan siapkan data jumlah petani tembakau perdaerah agar ketika bersuara di DPR RI, datanya siap,” katanya.

Saat ditemui usai audiensi, Wisnu mengungkapkan, pihaknya akan terus mengawal RUU Pertembakauan. Jika dirasa prosesnya cukup lama, pihaknya akan kembali menggelar aksi. “Pastinya aksi akan lebih besar dari hari ini (kemarin, red),” tegasnya.

Ketua Paguyuban Petani Pedagang Tembakau Kabupaten Magelang (P3TM) Edy N mengapresiasi langkah Gubernur Ganjar Pranowo yang siap mengawal dan mendukung aspirasi petani. “Kita juga diminta untuk ikut dalam pembahasan RUU dan menyiapkan data yang valid,” paparnya. (amh/vie/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ada Kebanggaan di Simpang Lima

RADARSEMARANG.COM - KAMIS malam lalu saya ditugasi Manajer Iklan Jawa Pos Radar Semarang Sugiyanto ke Simpang Lima Semarang. Persisnya ke toko Istana Brilian di...

Syukuran, Undang Dimas Tedjo Blangkon

MAGELANG –Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang akan menghadirkan penyanyi campursari Dimas Tedjo Blangkon yang tengah naik daun untuk manggung di Pasar Rejowinangun....

Kapolri Akan Resmikan Gedung Satpas SIM

SEMARANG - Kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Surat Izin Mengemudi (SIM) Polrestabes Semarang menempati gedung baru. Menurut rencana, gedung ini akan diresmikan oleh Kapolri...

Tantangan Guru Menghadapai Generasi Millenial

RADARSEMARANG.COM - SEKARANG ini para guru di tingkat sekolah menengah sedang menghadapai generasi milLenial. Membicarakan generasi millenial kita perlu mengetahui dulu apa itu millenial....

Perda Hiburan Mendesak Diterbitkan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Untuk menghilkangkan atau membatasi keberadaan karaoke di wilayah Demak, maka perlu dibahas segera Raperda Hiburan menjadi Perda. Hal ini disampaikan anggota...

Wali Kota dan DPRD Terancam Tidak Gajian

SALATIGA – Rapat paripurna penandatangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga yang digelar DPRD kembali gagal dilaksanakan, Senin (20/11). Penyebabnya masih sama,...