Sambut Imlek, Bagi-Bagi Kue Keranjang

724

SEMARANG – Jelang tahun baru Imlek, sebanyak 211 siswa sekolah Kuncup Melati Semarang kemarin (17/1) menerima kue keranjang dari Ketua Yayasan Khong Kauw Hwee Semarang, Aman Gautama Wangsa.  Kegiatan tersebut digelar untuk melestarikan tradisi warga Tionghoa, yakni memberikan hadiah.

”Kebiasaan warga Tionghoa itu kalau menjelang  perayaan Imlek akan memberikan hadiah berupa kue kepada masyarakat,” ungkap Ketua Yayasan Khong Kauw Hwee Semarang, Aman Gautama Wangsa, kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Sebelum dilakukan pembagian kue keranjang, siswa Kuncup Melati dikumpulkan menjadi satu mulai dari TK sampai SMP. Selanjutnya mereka mendengarkan duduk berjajar sambil mendengarkan pidato kepala sekolah dan ketua yayasan.

Setelah itu, diawali dari anak-anak TK yang mendapatkan pembagian kue keranjang, dilanjutkan siswa kelas 1 SD sampai SMP. Setelah mendapatkan satu per satu, para siswa langsung masuk kelas masing-masing.

Aman mengatakan, kegiatan pemberian kue tersebut dilakukan sudah tujuh tahun sejak adanya sekolah Kuncup Melati. ”Setiap tahun menjelang perayaan Imlek selalu memberikan makanan dan angpau kepada para siswa-siswi setempat,” akunya.

Sedangkan makna filosofi dari kue keranjang itu sendiri bagi warga Tionghoa, karena rasanya yang manis dan lengket. Manis artinya, menjelang perayaan tahun baru Tiongkok ini warga Tionghoa diharapkan berbicara yang bagus dan manis untuk didengar. Sedangkan lengket agar tali silaturahmi dapat terjalin seperti lengketnya kue keranjang.

Endru Tomi  Kurniawan, siswa kelas II mengaku, setiap tahun menjelang perayaan Imlek selalu mendapatkan kue keranjang dan angpau. Kue keranjang tersebut akan disantap bersama keluarganya. ”Kalau dimakan sendiri tidak habis,” akunya polos. (hid/aro/ce1)