Petani Indonesia Minim Informasi

412

SALATIGA – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melalui Biro Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (BP3M), Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) dan Fakultas Biologi mengadakan kegiatan “Remote Microscope and Pestpoint Training Workshop”. Kegiatan dibuka oleh Rektor UKSW Prof John A Titaley pada Jumat (13/1) lalu.

Dalam sambutannya, John menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat UKSW, khususnya di bidang pertanian. Workshop difasilitasi oleh Gary Kong dan Michael Thompson dari Pestpoint, sebuah lembaga yang dibidani oleh Plant Biosecurity Cooperative Research Centre (PBCRC). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari keanggotaan UKSW dalam Bilateral Plant Biosecurity Initiative Indonesia-Australia.

Gary Kong mengungkapkan, para petani, termasuk di Indonesia, banyak yang berada di daerah pinggiran. Mereka mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit tanaman karena jaraknya yang jauh dengan ahli. “Selain jarak, jumlah ahli hama dan tanaman juga terbatas. Alat ini bisa membantu masalah ini. Petani atau siapapun bisa mengirimkan foto atau video hama dan penyakit untuk diidentifikasi dan bagaimana penanganannya,” ujar Gary.

Ia merasa, petani di Indonesia membutuhkan informasi yang lebih. Teknologi ini membantu para petani supaya dapat berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia, baik ahli, konsultan, dan petani ang lain mengenai keputusan apa yang harus diambil.

Ketua Panitia Jacob Uktolseja menuturkan, alat yang diberikan ke UKSW semuanya baru. Alat yang sama sudah dipakai di beberapa negara seperti Australia, Myanmar, Kamboja dan Singapura.

“Indonesia punya versi yang lama satu di Bekasi namun kurang berfungsi dengan optimal. Akhirnya mereka mengajak UKSW untuk mengembangkan alat ini. Programnya inovatif, contohnya memakai media sosial untuk pengelolaan hama dan penyakit. Bagus digunakan di Indonesia karena hama dan penyakit tidak bisa ditangani sendiri harus bekerjasama dengan negara lain,” paparnya. (sas/ton)