Dongkrak Okupansi, Kenalkan Wisata Cirebon

677
USUNG MISI MULIA: Manajemen Santika Hotel Cirebon, Premiere Santika Semarang, dan Amaris Cirebon berkunjung ke Kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55, kemarin. (Adennyar.wycaksono@radarsemarang.com)
USUNG MISI MULIA: Manajemen Santika Hotel Cirebon, Premiere Santika Semarang, dan Amaris Cirebon berkunjung ke Kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55, kemarin. (Adennyar.wycaksono@radarsemarang.com)

SEMARANG – Manajemen dua hotel asal Kota Cirebon, yakni Hotel Santika Cirebon dan Amaris Cirebon, mengusung misi mengenalkan potensi wisata Kota Udang. Cara tersebut juga sebagai langkah untuk mendongkrak okupansi hotel.

General Manager Santika Cirebon, Buntoro BR, mengatakan, Cirebon sebenarnya punya potensi yang besar dari segi wisata, apalagi kota tersebut berada di jalur pantura dan dekat dengan perbatasan Jateng, maupun kota besar seperti Purwokerto, Jakarta, Bandung dan kota lainnya. ”Kota ini letaknya di jalur persimpangan antara Jateng dan Jabar, potensi wisata di sini belum tergali secara maksimal,” katanya saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, di Jalan Veteran 55, kemarin.

Beberapa objek wisata yang bisa dikunjungi wisatawan, kata Buntoro, salah satunya adalah wisata belanja, kuliner, wisata alam, hingga wisata sejarah ataupun wisata agama. ”Ada pula museum Linggar Jati, pemandian air panas dan Tenjo Laut yang merupakan objek wisata yang cukup indah, jika potensi ini bisa terangkat. Okupansi hotel tentu akan naik,” jelasnya.

Khusus weekend, okupansi Hotel Santika dan Amaris mengalami peningkatan yang cukup signifikan, khususnya tamu yang berasal dari Jakarta, Kuningan dan sekitarnya. ”Dominasi tamu memang datang dari Jakarta, angkanya sampai 50 persen. Sementara tamu dari Semarang sendiri hanya sekitar 10 persen,” tuturnya.

Sementara itu Hotel Manager Amaris Cirebon, Zainuddin mengatakan, saat ini persaingan hotel di Cirebon cukup ketat. Bahkan tahun ini, akan ada sekitar 7 hotel baru yang dibangun di Cirebon. ”Ini bukti perekonomian dan iklim bisnis di Cirebon makin kuat, jadi harus digenjot dari sektor wisata juga yang belum tergarap maksimal,” tambahnya.

Zainuddin menambahkan jika Cirebon sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, masih memiliki lokomotif diesel pertama di Indonesia yang manjadi magnet tersendiri bagi wisatawan. ”Banyak tamu dari pemerintahan ataupun yang online minat datang ke sana, total tamu online saat ini menyumbang angka 20 persen, government 45 persen dan sisanya adalah walk in atau tamu yang datang langsung,” tambahnya. (den/zal/ce1)