10 Kecamatan Layani Pembuatan Kartu Kuning

2252

UNGARAN–Guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, Pemkab Semarang membuka 10 outlet pembuatan kartu kuning (AK-1) di 10 kecamatan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Soemardjito mengatakan kesemua pelayanan tersebut di utamakan di wilayah perbatasan.

“Outletnya ada di setiap kantor kecamatan yang ditunjuk Pemkab Semarang. Kesemuanya saat ini akan dioptimalkan di wilayah perbatasan,” ujar Soemardjito, Selasa (17/1) kemarin.

AK-1 tersebut digunakan bagi pencari kerja sebagai syarat melamar pekerjaan di sebuah perusahaan ataupun instansi yang lain. “Pelayanan tersebut mulai kami galakkan di awal 2017 ini di 10 kantor kecamatan yang sudah kami tunjuk,” katanya.

Perluasan pelayanan kepada masyarakat tersebut dilakukan karena banyak keluhan dari masyarakat perbatasan. Dimana sebelumnya, pelayanan pembuatan AK-1 hanya dilakukan di kantor Disnaker. “AK-1 itu dulunya namanya kartu kuning,” tuturnya.

Ke sepuluh outlet tersebut antaralain berada di kantor Kecamatan Kaliwungu, kantor Kecamatan Susukan, kantor Kecamatan Tengaran, kantor Kecamatan Suruh. Selain itu, kantor Kecamatan Pabelan, kantor Kecamatan Bancak, kantor Kecamatan Bringin, kantor Kecamatan Sumowono, kantor Kecamatan Getasan, dan kantor Kecamatan Tuntang.

Meski dilakukan pembukaan outlet, pihak Disnaker tidak memberikan tambahan personel khusus melayani kepengurusan AK-1 di kantor kecamatan tersebut. “Petugas yang melayani pembuatan AK-1 itu dari pegawai kecamatan sendiri, kita hanya memberikan bintek mereka,” katanya.

Meski begitu,Kantor Disnaker juga masih melayani pembuatan AK-1. Adapun teknis pendataan pembuatan AK-1 nantinya yaitu pihak pemohon kartu melakukan rekam data di kantor kecamatan yang sudah ditunjuk.

Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan Pemkab Semarang terus mengupayakan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “Wilayah perbatasan kita utamakan, karena mereka jauh dari kantor pusat pemerintahan. Apabila mau ngurus-ngurus apa, tidak perlu jauh-jauh langsung saja datang ke kantor kecamatan terdekat,” katanya.

Dikatakan Ngesti, selain mempermudah pengurusan AK-1 saat ini sebagai perluasan pelayanan kepada masyarakat pembuatan akta kelahiran tidak perlu langsung datang ke Kantor Dispendukcapil. “Apabila ibu melahirkan di RSUD Ungaran langsung dapat akta kelahiran anaknya,” katanya.

Hal tersebut merupakan realisasi dari program Balaputradewa (Bayi Lahir Pulang dengan Wajah Ceria). “Jadi warga tidak perlu khawatir, semua pelayanan akan kita mudah kan demi masyarakat Kabupaten Semarang,” katanya. (ewb/ida)