Tak sekadar untuk menyalurkan hobi, Redha Wahyu Pradana bersama teman-temannya juga ingin berkontribusi memajukan wisata Kota Semarang. Sembari memotret mainan, ia selalu menyertakan tempat-tempat wisata menarik di Kota Semarang sebagai background. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

DENGAN menggunakan gundam, action figure, lego, dan berbagai bentuk mainan lainnya, Redha Wahyu Pradana mencoba ikut mempromosikan wisata Semarang. Mainan-mainan ini, dia jadikan objek foto dengan latar belakang tempat wisata yang ada di Semarang. Beberapa tempat wisata yang sudah dijadikan background foto untuk mainannya, di antaranya Gereja Blenduk, Taman Maerakaca, Kelenteng Sam Poo Kong dan beberapa tempat wisata lainnya.

”Awalnya memang hobi koleksi mainan. Kemudian lama-lama mikir, mau saya apakan mainan ini? Kemudian saya kepikiran untuk memotret mainan-mainan yang ada,” kata pria yang mengaku punya koleksi mainan hampir satu almari ini.

Tidak sekadar difoto, hasil jepretannya ini kemudian ia upload dalam sebuah sesi internasional bagi para pencinta toys photography di Instagram. Tujuannya, agar wisata Semarang semakin dikenal. Tak jarang, ia mendapat pertanyaan untuk foto berlatar objek wisata Semarang yang ia ikutkan dalam sesi upload foto bertaraf internasional.

”Kalau di Instagram mendapat like itu sudah pasti ya, karena ini event internasional. Tapi kadang ketika ada yang memberikan komentar, itu membuat saya senang. Karena untuk berkomentar paling tidak mereka telah meluangkan satu hingga dua menit untuk memperhatikan hasil potretan kita,” ujarnya sembari menambahkan bahwa akun Instagram tersebut memiliki ribuan followers, sehingga memungkinkan hasil fotonya dilihat banyak orang.

Rupanya dalam menghasilkan foto yang bagus ia juga harus rela melakukan berbagai macam hal. Termasuk seperti yang dilakukan temannya yakni dengan merusak mainan dan memberikan cat pada mainannya agar terlihat lebih nyata.

SALURKAN HOBI: Redha Wahyu Pradana saat memotret action figure, dan model mainan berlatar objek wisata Kelenteng Sam Poo Kong. (DOKUMEN PRIBADI)
SALURKAN HOBI: Redha Wahyu Pradana saat memotret action figure, dan model mainan berlatar objek wisata Kelenteng Sam Poo Kong. (DOKUMEN PRIBADI)

Perjuangan untuk mendapatkan foto bagus juga sempat dialaminya. Ia mengaku pernah tercebur di rawa untuk menghasilkan foto yang benar-benar bisa menghasilkan sebuah cerita. Tidak hanya itu, ia dan teman-temannya yang saat ini tergabung dalam Semarang Toys Photography (SETOP) pernah dianggap tidak waras oleh ibu-ibu karena memotret mainan.

”Jadi mungkin tahunya ibu itu mainan ya dimainkan saja. Ini kok dipotret-potret. Kami dianggap sakit jiwa. Sampai sekarang saya dan teman-teman masih mengingatnya,” ujar pria asli Semarang ini sembari tertawa.

Ia menceritakan, kesulitan dalam menghasilkan foto ini adalah ketika ia harus menyesuaikan objek kecil yang digunakan dengan pemandangan yang ingin ditampilkan.

”Selain itu, untuk memberikan cerita di balik foto itu. Jadi, membuat satu foto bisa bercerita itu susah. Kebanyakan teman-teman membuat cerita dengan menggabungkan beberapa foto seperti komik,” katanya. (*/aro/ce1)