33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Kerahkan 1.500 Satgas Anti Money Politics

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SALATIGA – Kekuatan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) semakin kokoh dan solid. Setelah sebelumnya sejumlah mantan kader partai pendukung lawan bergabung, kali ini sebanyak 1.500-an personel Satgas Anti Money Politics (SAMPO) dibentuk. Ribuan satgas itu akan bertugas di 23 kelurahan, dan 4 kecamatan yang ada di Kota Salatiga.

Sesuai dengan namanya, personel satgas tersebut bertugas untuk menemukan apakah ada praktik money politics dalam Pilkada Salatiga. Personelnya juga beragam, bukan hanya dari Kota Salatiga, melainkan juga didatangkan langsung dari Kabupaten dan Kota Semarang, Boyolali, Grobogan, Solo, Kabupaten Magelang, dan Satgas Inti DPD PDIP Jateng.

”Satgas SAMPO Rudi-Dance sudah terbentuk di 23 kelurahan, yang bertugas di seluruh TPS di Salatiga. Nanti setiap satu TPS ada 5 personel satgas yang mengamankannya,” kata Ketua DPC PDIP Kota Salatiga, M. Teddy Sulistio.

Komandan Tempur Rudi-Dance tersebut menyebutkan, jumlah personel satgasnya mencapai 1.500-an orang, yang nantinya akan dilantik langsung oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Sekalipun belum dilantik, Teddy mengaku personel satgas sudah bekerja. Karena, menurutnya, politik uang bisa saja terjadi jauh-jauh hari sebelum pencoblosan.

”Dalam waktu dekat akan dilantik oleh Sekjen PDIP secara langsung. Bahkan ada bonus Rp 1 juta dari DPP PDIP kalau para satgas tersebut bisa menangkap pelaku politik uang, yang disertai bukti, pelaku dan laporan lengkap ke Panwas maupun polisi,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Salatiga ini juga memastikan setiap personel satgas yang bertugas akan diberikan perlindungan hukum, sehingga saat bertugas tidak perlu khawatir. Selain itu, Teddy juga memastikan para personel satgasnya akan diberikan pembekalan. ”Kita harus tegakkan demokrasi ini, yang sudah-sudah biarlah berlalu, mudah-mudahan hajat kita dengan gotong royong ini bisa memenangkan Rudi-Dance,” katanya.

Seorang relawan Rudi-Dance, Bagas Arianto, menambahkan, personel SAMPO tersebut juga sebagai jawaban alternatif untuk mencegah berkembangnya politik uang saat memasuki pemilu. Ia juga menyayangkan kalau politik uang tersebut semakin berkembang dan semakin membudaya.

”Jika dibiarkan secara terus-menerus akan membudaya dalam lini-lini kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga demokrasi negara kita semakin kerdil,” kata Bagas yang juga anggota DPRD Kota Salatiga ini.

Calon Wakil Wali Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menyambut baik dengan terbentuknya personel Satgas SAMPO tersebut. Sehingga pesta demokrasi benar-benar bisa bernilai positif seperti harapan bangsa. Baginya dalam Pilkada Kota Salatiga ini harus tetap mengutamakan dan mempertahankan Bineka Tunggal Ika, Pancasila dan NKRI.

Menurutnya, Kota Salatiga adalah wujud Indonesia mini di mana beragam manusia di dalamnya dengan latar belakang, agama, etnis, dan keyakinan yang bermacam-macam telah bersatu padu saling hidup dan menghidupi.

”Kerukunan, keharmonisan dan kerja sama harus tetap kita jaga dan pertahankan di Kota Salatiga ini agar tetap aman nyaman, tenang, dan tenteram. Sehingga Salatiga tetap menjadi kota idaman,” kata Dance penuh semangat. (jks/aro/ce1)

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Pimpin Kirab Merah Putih, Hendi Serukan 'Jas Merah'

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, memimpin masyarakat Kota Semarang mengikuti Kirab Merah Putih, Kamis (1/3). Tak kurang dari 700 orang dari berbagai...

Tetap Praktek karena Dokter juga Pengabdian

RADARSEMARANG.COM - Putra pertama dari 7 bersaudara ini mengakui jika profesi yang dijalaninya hingga kini bukanlah keinginannya sendiri. Ia mengakui bahwa menjadi dokter adalah...

Puluhan Money Changer Tak Berizin

SEMARANG – Bank Indonesia terus menertibkan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB). Hal ini guna mencegah kejahatan-kejahatan luar biasa yang memanfaatkan...

Formasi CPNS Masih Tunggu Kementerian

Sampai sekarang belum ada informasi lanjutan, kami pun masih menunggu. Memang kondisi ini terjadi di semua wilayah Kepala BKD Kabupaten Semarang, Partono RADARSEMARANG.COM, UNGARAN –...

Lebih Menyiksa dari Sakit Jantung

Saya jatuh sakit lagi. Serius. Sangat serius. Akhir Desember lalu. Saat menjalani Umroh bersama keluarga. Pembuluh darah utama saya koyak. Koyakannya panjang sekali. Pembuluh utama...

Semarang Tetap Kandang Banteng, Diprediksi PDIP Raih 19  Kursi Dewan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG- Kota Semarang tetap menjadi kandang banteng. Pada Pemilu 17 April lalu, suara PDI Perjuangan di Kota Semarang naik sangat signifikan dibandingkan dengan...