Kerahkan 1.500 Satgas Anti Money Politics

270
BANJIR LAGI: Jalan Raya Kaligawe terendam banjir parah, kemarin. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)
BANJIR LAGI: Jalan Raya Kaligawe terendam banjir parah, kemarin. (Adityo.dwi@radarsemarang.com)

SALATIGA – Kekuatan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) semakin kokoh dan solid. Setelah sebelumnya sejumlah mantan kader partai pendukung lawan bergabung, kali ini sebanyak 1.500-an personel Satgas Anti Money Politics (SAMPO) dibentuk. Ribuan satgas itu akan bertugas di 23 kelurahan, dan 4 kecamatan yang ada di Kota Salatiga.

Sesuai dengan namanya, personel satgas tersebut bertugas untuk menemukan apakah ada praktik money politics dalam Pilkada Salatiga. Personelnya juga beragam, bukan hanya dari Kota Salatiga, melainkan juga didatangkan langsung dari Kabupaten dan Kota Semarang, Boyolali, Grobogan, Solo, Kabupaten Magelang, dan Satgas Inti DPD PDIP Jateng.

”Satgas SAMPO Rudi-Dance sudah terbentuk di 23 kelurahan, yang bertugas di seluruh TPS di Salatiga. Nanti setiap satu TPS ada 5 personel satgas yang mengamankannya,” kata Ketua DPC PDIP Kota Salatiga, M. Teddy Sulistio.

Komandan Tempur Rudi-Dance tersebut menyebutkan, jumlah personel satgasnya mencapai 1.500-an orang, yang nantinya akan dilantik langsung oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Sekalipun belum dilantik, Teddy mengaku personel satgas sudah bekerja. Karena, menurutnya, politik uang bisa saja terjadi jauh-jauh hari sebelum pencoblosan.

”Dalam waktu dekat akan dilantik oleh Sekjen PDIP secara langsung. Bahkan ada bonus Rp 1 juta dari DPP PDIP kalau para satgas tersebut bisa menangkap pelaku politik uang, yang disertai bukti, pelaku dan laporan lengkap ke Panwas maupun polisi,” ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Salatiga ini juga memastikan setiap personel satgas yang bertugas akan diberikan perlindungan hukum, sehingga saat bertugas tidak perlu khawatir. Selain itu, Teddy juga memastikan para personel satgasnya akan diberikan pembekalan. ”Kita harus tegakkan demokrasi ini, yang sudah-sudah biarlah berlalu, mudah-mudahan hajat kita dengan gotong royong ini bisa memenangkan Rudi-Dance,” katanya.

Seorang relawan Rudi-Dance, Bagas Arianto, menambahkan, personel SAMPO tersebut juga sebagai jawaban alternatif untuk mencegah berkembangnya politik uang saat memasuki pemilu. Ia juga menyayangkan kalau politik uang tersebut semakin berkembang dan semakin membudaya.

”Jika dibiarkan secara terus-menerus akan membudaya dalam lini-lini kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga demokrasi negara kita semakin kerdil,” kata Bagas yang juga anggota DPRD Kota Salatiga ini.

Calon Wakil Wali Kota Salatiga, Dance Ishak Palit, menyambut baik dengan terbentuknya personel Satgas SAMPO tersebut. Sehingga pesta demokrasi benar-benar bisa bernilai positif seperti harapan bangsa. Baginya dalam Pilkada Kota Salatiga ini harus tetap mengutamakan dan mempertahankan Bineka Tunggal Ika, Pancasila dan NKRI.

Menurutnya, Kota Salatiga adalah wujud Indonesia mini di mana beragam manusia di dalamnya dengan latar belakang, agama, etnis, dan keyakinan yang bermacam-macam telah bersatu padu saling hidup dan menghidupi.

”Kerukunan, keharmonisan dan kerja sama harus tetap kita jaga dan pertahankan di Kota Salatiga ini agar tetap aman nyaman, tenang, dan tenteram. Sehingga Salatiga tetap menjadi kota idaman,” kata Dance penuh semangat. (jks/aro/ce1)